Berita Kota Kupang

DPRD NTT Minta Pemprov Tingkatkan Koordinasi Terkait Manajemen Pelabuhan di NTT

DPRD NTT meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT agar meningkatkan koordinasi lintas sektor pada bidang manajemen kepelabuhanan

DPRD NTT Minta Pemprov Tingkatkan Koordinasi Terkait Manajemen Pelabuhan di NTT
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Anggota Komisi IV DPRD NTT, Jefri Un Banunaek memantau aktivitas di Pelabuhan Tenau Kupang beberapa waktu lalu.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM| KUPANG-- DPRD NTT meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT agar meningkatkan koordinasi lintas sektor pada bidang manajemen kepelabuhanan terutama untuk pelayaran di sejumlah lintasan di NTT.

Permintaan ini disampaikan Anggota Komisi IV DPRD NTT, Jefri Un Banunaek kepada Pos Kupang, Rabu (1/8/2018).

Menurut Jefri, Komisi IV DPRD NTT bermitra langsung dengan Dinas Perhubungan NTT dan instansi terkait seperti kesyahbandaran dan Pelindo maupun ASDP meminta agar melalui Pemprov NTT harus ada koordinasi.

"Lintas sektor ini jangan ego, tapi harus saling koordinasi, termasuk koordinasi selalu dengan BMKG selaku otoritas yang mengeluarkan informasi cuaca," kata Jefri.

Dia menjelaskan, kasus tenggelamnya Kapal Berkah Ilahi, Minggu (29/7/2018) di perairan Sape, Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah salah satu bukti bahwa kurangnya koordinasi dan pengawasan di pelabuhan.

"Tentu ini menjadi catatan kami, sehingga kami akan bahas juga dalam rapat-rapat di DPRD. Saya rencana komunikasikan dengan pimpinan komisi agar kita carikan waktu untuk rapat dengar pendapat dengan Dinas Perhubungan serta stakeholder terkait," katanya.

‎Sebelumnya, Kepala Dishub NTT, Isyak Nuka, S.T,M.M mengatakan, tenggelamnya Kapal Berkah Ilahi di Perairan Sape, NTB adalah sebuah kelalaian. Kelalaian ini terutama dari nahkoda dan pemilik kapal serta otoritas pelabuhan.

Menurut Isyak, peristiwa tenggelamnya Kapal Berkah Ilahi di perairan NTB itu membuktikan bahwa ada kelalaian.

"Karena itu perlu diinvestigasi atau diteliti secara mendalam. Apakah ada yang memerintahkan berlayar ataukah nahkoda memaksakan kehendak untuk berlayar," kata Isyak.(*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved