Berita Gempa Bumi

Gempa di Lombok, 6 Korban Selamat dan 1 Jenazah Pendaki Dievakuasi dari Rinjani

Evakuasi 6 korban selamat dan 1 jenazah pendaki asal Makassar, Muhammad Ainul Taksim (25), yang meninggal di Gunung Rinjani saat gempa di Lombok

Editor: Kanis Jehola
KOMPAS.com/ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
Pendaki Gunung Rinjani yang sempat terjebak longsor akibat gempa bumi, Suharti (kanan), berpelukan dengan adiknya setelah berhasil dievakuasi dan tiba di Lapangan Sembalun Lawang, Lombok Timur, NTB, Selasa (31/7/2018). 

POS-KUPANG.COM | MATARAM - Evakuasi 6 korban selamat dan 1 jenazah pendaki asal Makassar, Muhammad Ainul Taksim (25), yang meninggal di Gunung Rinjani saat gempa bermagnitudo 6,4 mengguncang Lombok, Minggu (29/7/2018) pagi, akhirnya selesai.

Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, I Gusti Lanang Wiswananda menyampaikan, proses evakuasi dimulai Selasa (31/7/2018) pagi.

Sebanyak 30 orang anggota tim SAR gabungan yang berada di Pelawangan mulai bergerak pukul 06.30 Wita menuju posisi pendaki.

Baca: Ustaz Abdul Somad: Doakan Saya Istiqomah Jadi Ustaz Sampai Mati

"Enam korban selamat berada di Danau Segara Anak dan satu pendaki meninggal berada di jembatan ke-2 Pelawangan menuju danau (purian/kilometer 10)," ujar Lanang, Selasa.

Pukul 09.40 Wita, tiga korban selamat dievakuasi menggunakan helokopter dan landing di lapangan Sembalun. Mereka adalah Suharti, Erlin Halimatussafiyah, dan M Bagus Novandi.

Korban langsung dibawa menuju posko Sembalun untuk pemeriksaan kesehatan oleh tim medis. Sedangkan tiga korban selamat yang merupakan dua orang porter dan satu guide, dievakuasi melalui jalur darat Sembalun oleh tim SAR gabungan.

Sementara itu, 15 personel tim SAR gabungan yang berada di pos 4 Sembalun bergerak menuju Pelawangan. Pukul 07.30 Wita, tim SAR menjangkau posisi korban yang meninggal dan selanjutnya dievakuasi.

Lanang mengatakan, meski kondisi cuaca di Rinjani cukup cerah, namun proses evakuasi korban meninggal cukup sulit, karena medan yang dilalui menanjak.

Selain memikul tandu jenazah, tim SAR harus berjuang menerobos jalur curam dan menanjak untuk bisa mencapai Pelawangan, Sembalun. (*)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved