Berita Nasional

Dalam Sebulan Sejumlah Perwira Dicopot, Begini Penjelasan Polri

Dalam sebulan terakhir, Polri mencopot empat orang perwiranya. Mereka dicopot dari jabatannya karena sejumlah kasus.

Dalam Sebulan Sejumlah Perwira Dicopot, Begini Penjelasan Polri
KOMPAS.com/Reza Jurnaliston
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal, saat ditemui di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat (27/7/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Dalam sebulan terakhir, Polri mencopot empat orang perwiranya. Mereka dicopot dari jabatannya karena sejumlah kasus, mulai dari tindak kekerasan terhadap masyarakat sipil hingga mengonsumsi narkoba.

Kepala Biro Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Muhammad Iqbal mengatakan, pencopotan para perwira tersebut merupakan bentuk ketegasan pimpinan Polri. Setiap anggota Polri yang melanggar hukum langsung ditindak tegas.

"Itu bentuk ketegasan pimpinan Polri agar Polri semakin baik. Siapa yang tidak benar kita tindak tegas, copot dalam hitungan jam," ujar Iqbal di Jakarta, Selasa (31/7/2018).

Baca: Arsul Sani Nilai Keberadaan Demokrat di Koalisi Prabowo Bukan Ancaman

Iqbal mengungkapkan, tindak tegas tidak hanya dilakukan kepada perwira menengah Polri. Para perwira tinggi Polri yang melakukan pelanggaran pun akan dilakukan tindakan dengan tegas.

"Pengawasan di satker SDM ada SMK, Sistem Monitoring Kinerja," sebut Iqbal.

Sebelumnya, Mabes Polri mencopot tiga orang perwira menengah dari jabatannya. Ketiga perwira itu yaitu, AKBP Sunario, AKBP Bambang Widjanarko, dan yang teranyar AKBP M Yusuf.

AKBP Sunario dicopot dari jabatan Kapolres Ketapang setelah viralnya gambar plakat kerjasama Polres Ketapang dengan Kepolisian Republik Rakyat Tiongkok.

Foto itu menunjukkan plakat bertuliskan Kantor Polisi Bersama antara Polres Ketapang dengan Biro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok Provinsi Jiangzu Resor Suzhou.

Dalam surat telegram nomor ST/1726/VII/2018 tanggal 13 Juli 2018, tertulis AKBP Sunario yang merupakan Kapolres Ketapang dimutasikan sebagai Pamen Polda Kalbar.

Kemudian, Polri memutuskan untuk mencopot AKBP Yusuf yang melakukan pemukulan terhadap ibu-ibu yang diduga melakukan pencurian di toko miliknya.

Berdasarkan telegram Kapolda Bangka Belitung, Yusuf dimutasi dari jabatannya. Iqbal menyatakan, sikap AKBP Y tidak mencerminkan Promoter yang menjadi landasan kerja Polri.

Kemudian, Polri mencopot jabatan Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Barat lantaran kedapatan membawa narkoba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Oknum polisi tersebut berinisial H. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved