Berita Ngada

Anton Sebut Belum Tahu Informasi Kerjasama dengan Undana Terkait Prodi Tenun Ikat

Apakah ada kerjasama mengirim utusan atau mahasiswa asal Ngada untuk Kuliah di Prodi baru belum diketahui persis Dinas Perindustrian Ngada

Anton Sebut Belum Tahu Informasi Kerjasama dengan Undana Terkait Prodi Tenun Ikat
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Suasana pelatihan pencelupan benang untuk tenun ikat di Bena Kecamatan Jerebu'u Kabupaten Ngada beberapa waktu lalu. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG COM | BAJAWA -- Kepala Dinas Perindustrian Ngada, Anton Jawa, kepada POS KUPANG.COM, mengatakan, belum mengetahui adanya kerjasama Pemda Ngada dengan Undana Kupang terkait Prodi Tenun Ikat Undana yang akan mulai tahun ajaran baru ini beroperasi.

Apakah ada kerjasama untuk mengirim utusan atau mahasiswa yang asal dari Ngada untuk Kuliah di Prodi baru tersebut belum diketahui secara persis oleh Dinas Perindustrian Ngada.

"Kalau itu saya tidak tau sama sekali. Saya baru dengar dari adik ini (wartawan). Tetapi kami sekarang sudah selesai melakukan pelatihan pencelupan untuk kain tenun di kampung sentra industri yaitu di Bena dengan Dinas Perindustrian Provinsi NTT," papar Anton.

Ia mengungkapkan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah menggelar workshop dan pelatihan pembuatan tenun ikat bersama masyarakat di kampung Bena.

"Minggu lalu kami melakukan kegiatan pelatihan pencelupan benang dan lain-lain kemudiaan ini akan dilanjutkan dengan pelatihan jahit menjahit. Peralatannya juga sudah dilengkapi kemudian sudah dibangun di Bena dengan bahan alam dan juga barang kerja. Jadi berbagai bantuan peralatan mesin dari Dinas Perindustrian Provinsi NTT akan kita tempatkan ke bawa.

Itu yang kami lakukan dengan Dinas Perindustrian Provinsi NTT.
Kami mengkordinir disini, menyiapkan peserta dikampung industri tenun Bena. Itu sudah tahap pertama sudah kita selesai.

Agustus 2018 ini akan masuk tahap kedua yaitu pelatihan jahit-menjahit," papar Anton.

Ia mengaku dengan adanya pelatihan bisa meningkatkan keterampilan dan meningkat hasil produksi serta hasilnya berkualitas.

"Kalau sekarang misalnya kain selendang harga dua ratus ribu. Tapi itu bisa dibuatkan baju dengan variasi mungkin bisa dapat dua baju. Kalau dijual 150.000 atau 200.000 perbaju. Kurang lebih seperti itu. Sisa-sisa guntingan dari kain adat itu bisa dibuat sovenir, dompet, sandal, tas. Itu yang akan dilatih pada Agustus 2018. Jadi hanya itu saja yang kami lakukan, artinya sehubungan dengan tenun menenun," papar Anton Jawa.

Halaman
123
Tags
Undana
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved