Berita Tamu Kita

Wenefrida Tulit Ina : Kembangkan Hobi Jadi Profesi

"Saya mengajarkan merangkai bunga akrilik karena peluangnya di Kota Kupang cukup besar jika dijadikan home industri," katanya.

Wenefrida Tulit Ina :  Kembangkan Hobi Jadi Profesi
ISTIMEWA
Wenefrida Ina Tulit, ST, MT

Kapan Anda menjadi dosen di Undana Kupang?
Tahun 2003 saya lulus CPNS dan ditempatkan menjadi dosen di Undana Kupang. Awalnya setelah lulus kuliah tahun 2002 di Undana Kupang, saya dipanggil bekerja di Larantuka di Dinas PDE Flotim selama enam bulan, tetapi ketika cek formasi CPNS di Kabupaten Flotim ternyata belum ada formasi untuk jurusan Teknik Elektro. Kebetulan saya ke Kupang dan teman-teman menyampaikan kalau Undana membuka penerimaan dosen. Saya mencoba mendaftar dan lulus dan menjadi dosen Teknik Elektro hingga saat ini.

Pernakah Anda memimpikan menjadi dosen sebelumnya?
Tidak. Kebetulan saya dulu maunya kuliah di luar NTT dan ketika ikut PMDK di beberapa perguruan tinggi negeri saya lulus. Tetapi, karena ayah saya sedang ada hajatan di kampung dan tidak mengijinkan saya melanjutkan kuliah di luar NTT mengingat biaya, sehingga saya berpikir kalau stop rugi. Saya memilih kuliah di Undana Kupang, dan saya tes di Jurusan Teknik Sipil karena suka menggambar tetapi lulus di Jurusan Teknik Elektro. Nah, saya berpikir saat semster dua bisa transfer ke Jurusan Teknik Sipil, tetapi karena nilai saya bagus, saya tidak diijinkan oleh dekan untuk pindah. Dia sampaikan kalau saya harus tetapi di Jurusan Teknik Elektro karena ketika tamat harus menjadi dosen di sana. Dan, ternyata bukan kebetulan juga saat tamat tes dan saya lulus menjadi dosen di Teknik Elektro. Yah begitulah kira-kira ceritanya. Saya percaya, apapun yang kita rencanakan di dunia ini, tentu ada rencana indah dari Tuhan yang luar biasa untuk hidup saya. Heheheh...

Anda ini menjahit, menjadi dosen dan saat ini ada usaha membuat bunga akrilik. Bagaimana ceritanya?
Heheh. Saya mulai belajar merangkai bunga akrilik saat melanjutkan studi S2 di Makasar. Enam bulan pertama berat badan saya naik karena tidak ada aktivitas lain selain kuliah. Sehingga, saya bingung dengan kondisi tersebut, karena saya tidak pikir keluarga. Anak-anak ikut suami saat bekerja di Kalimantan. Mereka larang tidak boleh beli mesin jahit di Makasar, karena kalau sudah ada mesin jahit praktis kuliah S2 berantakan. Sehingga saya dilarang ambil S2 di Yogyakarta.
Tetapi, syukur ada teman dari Makassar yang melihat hobi saya. Saya diajak oleh teman ke rumahnya dan melihat ibunya mengerjakan usaha merangkai bunga akrilik. Memang untuk ke rumahnya membutuhkan waktu yang lama. Sehingga, saya berpikir bagaimana saya mencari cara membuat bunga akrilik di internet. Dan ternyata ada. Saya mulai membeli bahan-bahan dan membuat bunga tersebut dan jadi. Saya dan teman menjual bunga akrilik setiap hari minggu ketika usai misa di gereja. Dan menyenangkan. Ketika pulang di Kupang belum ada bunga Akrilik. Saya berusaha mengembangkan buga tersebut dan ternyata laku. Saya juga diajak oleh Dinas Perindustrian membuka pameran dan mengikuti Expo Sunda Kecil Tahun 2016.

Kerajinan tangan merangkai bunga akrilik membawa Anda menerima merek dagang. Bisa diceritakan?
Saya dapat merek dagang saat Expo Sunda Kecil tahun 2016 dengan nama Akrilik CKM. Banyak seklai permintaan untuk beli dan saya mencari orang untuk membantu produksi. Sudah dua tahun stop karena ketiadaan karyawan untuk membantu memproduksi bunga akrilik. Saya kalah di tenaga. Yah, saya selalu punya stand sendiri saat pameran pembangunan dengan Dinas Perindustrian Propins NTT.

Anda sebagai dosen Elektro dan sudah memberikan contoh langsung terhadap mahasiswa tentang wirausaha?
Kalau dengan mahasiswa apalagi mahasiswa baru saya menanyakan kenapa memilih jurusan tersebut dan bervariasi jawaban mereka. Biasanya saya memberikan motivasi kepada mahasiswa. Kalau memiliki hobi apapun sebaiknya ditekuni dan hobi sebaiknya dijadikan profesi. Karena saya sudah mengalaminya. Saya tawarkan kalau ada yang hobi menjahit, silahkan kerja paroh waktu dengan saya setelah pulang kuliah. Maksudnya selain mengasah keterampilan menjahit dan bisa mendapatkan uang sedikit-sedikit.

Anda memiliki keterampilan yang luar biasa di bidang menjahit dan merangkai bunga akrilik. Apakah ini diwariskan kepada anak-anak Anda?
Yah, betul. Kedua putri saya yang besar malah biasa membantu saya menjahit. Dengan sendirinya mereka bisa menjahit. Mungkin karena saya sejak hamil tetap menjahit sehingga anak-anak tanpa diajarkan sudah terbiasa. Putri sulung saya sudah banyak membantu, misalnya kalau ada pesanan banyak dia membantu saya, tetapi masih menggunakan mesin biasa dengan dayung. Sedangkan putri kedua mendisain pola baju. Dia jago menggambar polanya atau disain. Saya membiarkan saja mereka melakukan apa sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Tetapi, walau mereka bisa menjahit si sulung ingin menjadi chef. Saya tidak memaksa kan silakan memilih sesuai dengan hobi. (*)

Ingin membuka LPTK

HOBI yang digelutinya menjadi penjahit dan merangkai bunga membuatnya ingin sekali memiliki Lembaga Pelatihan Keterampilan atau LPTK suatu saat nanti. Bahkan, ia sudah berpikir untuk pensiun dini dari profesinya sebagai dosen untuk membuka LPTK di Kota Kupang.

Kepada Pos Kupang di kediamannya, Selasa (24/7/20180, istri dari Ignasius Novrianus Igi Kleden ini, mengatakan, hobi apapun harus ditekuni sehingga bisa berkembang.

Karena hobi yang dijadikan profesi akan lebih mudah dikembangkan dan melakukan inovasi daripada harus bekerja di bawah protokoler dan aturan.
Ibu tiga anak ini mengatakan, hasil menjahit dan membuat bunga sangat besar walau dilakukan hanya paruh waktu setelah pulang dari kampus. Sehingga ia ingin sekali mengajak para ibu dan perempuan muda untuk menekuni profesi ini.

Menurut Ida Tulit panggilan akrabnya, sebagai dosen memiliki Tri Dharma, melaksnakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Di bidang pengabdian dia sering memotivasi para perempuan ketika memberikan pelatihan.

Halaman
1234
Penulis: Apolonia M Dhiu
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved