berita sumba Barat Daya

Perketat Pelayaran Kapal, Pastikan Kapal Motor Tidak Angkut Penumpang

Antonius Langkamau, menegaskan, selama ini pihaknya telah mensiagakan staf bertugas di Pelabuhan Weekelo memantau dan mengawasi setiap kapal

Perketat Pelayaran Kapal, Pastikan Kapal Motor Tidak Angkut Penumpang
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Kepala Unit Pelaksana Teknis Penyelenggara Pelabuhan Weekelo, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Antonius Langkamau

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM | TAMBOLAKA - Pelaksana harian (Plh) Kepala Unit Pelaksana Teknis Penyelenggara Pelabuhan Weekelo, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Antonius Langkamau, menegaskan, selama ini, pihaknya telah mensiagakan staf bertugas di Pelabuhan Weekelo memantau dan mengawasi setiap kapal yang sandar baik kapal perintis, kapal feri maupun kapal motor.

Salah satu tugasnya adalah melarang dan memastikan kapal motor (perahu motor) tidak boleh mengangkut penumpang. Kapal motor tersebut hanya boleh mengangkut barang-barang dagangan dan lain-lain.

Baca: Fadli Zon Yakin PKS, Demokrat, dan PAN Sepakat Prabowo Jadi Capres

Kapal motor tersebut juga dapat berlayar bila telah mendapat surat persetujuan berlayar yang dikeluarkan kantor penyelenggara pelabuhan weekeloh SBD. Hal itu berarti kapal tersebut harus memiliki dokumen kapal yang sah.

Karena itu, Antonius Langkamau berjanji ke depan akan lebih memperketat arus lalu lintas setiap kapal yang datang maupun pergi dari pelabuhan Weekelo, SBD. Hal itu untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi selama pelayaran.

Pelaksana harian kepala unit pelaksana teknis penyelenggara pelabuhan Weekelo, SBD, Antonius Langkamau, menyampaikan hal itu di kantornya, Senin (30/7/2018).

Antonius menjelaskan, selama ini, pihaknya telah berupaya keras sehingga berhasil mencegah warga Sumba yang nekad pergi ke Sape, NTB menggunakan kapal motor kecil.

Pihaknya selalu menyarankan agar masyarakat menggunakan kapal feri atau kapal perintis agar perjalanan lebih aman.

Bahkan terkadang harus mengusir dan berjaga sampai kapal tersebut berangkat baru kembali kantor. Semua itu dilakukan hanya ingin memastikan warga tidak ikut dalam kapal tersebut.

Sementara berkaitan dengan kapal naas Berkat Ilahi, yang tenggelam di Sape, NTB, Minggu (29/7/2018) pukul 8.00 wita setelah bertolak dari pelabuhan Weekeloh,SBD, sekitar pukul 5.00 pagi, Langkamau menjelaskan, berdasarkan laporan staf yang piket pada malam itu, kapal Berkat Ilahi sandar di Pelabuhan Weekelo, Minggu (29/7/20180) pukul 12.30 wita.

Halaman
12
Penulis: Petrus Piter
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help