Berita Larantuka

Masyarakat Teriaki Terduga Pelaku Aborsi Saat Autopsi oleh Tim Dokter Polda NTT

Masyarakat Kelurahan Weri Kota Larantuka Flores Timur meneriaki terduga pelaku aborsi saat autopsi jenazahnya di tempat kejadian perkara (TKP)

Masyarakat Teriaki Terduga Pelaku Aborsi Saat Autopsi oleh Tim Dokter Polda NTT
POS-KUPANG.COM/FELIKS JANGGU
Masyarakat berkerumun usai meneriaki terduga pelaku aborsi bayi di Larantuka saat autopsi jenasah bayi Senin (30/7/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA- Masyarakat Kelurahan Weri Kota Larantuka Flores Timur meneriaki terduga pelaku aborsi saat autopsi jenazahnya di tempat kejadian perkara (TKP) Senin (30/7/2018).

Masyarakat yang berbondong menyaksikan proses autopsi sejak awal tampak hanya diam menyaksikan proses autopsi sampai selesai.

Tetapi teriakan seorang ibu memantik reaksi spontan ibu yang lainnya. Lebih heboh karena pada saat bersamaan polisi membawa pulang kembali terduga pelaku ke Polres Flotim.

Baca: Terduga Teroris yang Ditangkap di Pekanbaru Ini Ternyata Pegawai PLN

Moment saat dibawa ke mobil polisi itulah para ibu mengerubuti remaja berinisial MON berusia 22 tahun itu dengan teriakan.

Polisi yang mengawal dengan sigap mengamankan MON lalu segera mengindarkan kendaraan itu dari kerumunan massa ibu-ibu.

Kapolres Flotim, AKBP Arri Vaviriyantho ikut langsung jalannya autopsi terhadap orok bayi malang itu.

Kepada wartawan usai autopsi, Kapolres Arri mengatakan autopsi dilakukan untuk membuat terang suatu perkara. Untuk menemukan alat bukti mengungkap perkara dugaan aborsi tersebut.

Dari hasil autopsi yang diprediksi memperoleh hasilnya satu sampai dua minggu, kata Kapolres Arri, dapat mengetahui apakah bayi meninggal dalam kandungan atau sempat hidup setelah dilahirkan dan meninggal.

Apakah benar bayi itu lahir secara prematur atau tidak. Untuk mencari dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka.

Kapolres Arri mengatakan sampai saat ini kepolisian belum bisa menyimpulkan adanya tindak pidana aborsi. Tidak bisa menghakimi yang bersangkutan telah melalukan aborsi atau tidak. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help