Berita Sumba Barat

Keluarga Korban Minta Pemerintah memfasilitasi antar Mayat ke Sumba

terus koordinasi dengan Kepala Pelabuhan Sape, NTB dan tim SAR yang tengah melakukan operasian pencarian 3 korban yang masih hilang di Sape, NTB

Keluarga Korban Minta Pemerintah memfasilitasi antar Mayat ke Sumba
pos kupang.com, petrus piter
Hendrikus Pati Holo, ayah dari Debiana Pati Bebe, korban tengdelam kapal berkat Ilahi di Sape,NTB, Minggu (29/7/2018) pukul 8.00 wita 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA--Keluarga korban kapal tenggelam di Sape, NTB, Minggu (29/7/2018) pukul 8.00 wita, Hendrikus Pati Holo, ayah dari Debiana Pati Bebe (18) didampingi Dominggus Dara Maradere dan Melkianus Rangga Maloko, meminta pemerintah dalam hal ini kantor unit penyelenggara pelabuhan weekeloh, SBD memfasilitasi agar pencarian terhadap korban Debiana Pati Bebe di Sape, NTB terus dilakukan hingga menemukan korban.

Keluarga juga berharap pemerintah memfasilitasi memulangkan jenazah anaknya Debiana Pati Bebe bersama jenasah keponakannya Marlince yang saat ini tersimpam di RSUD Sape, NTB ke Tambolaka, SBD.

Hal itu agar keluarga dapat mengurus penguburan kedua anaknya dengan baik di kampung halamannya di Kampung Puukomi, Desa Bila Chenge, Kecamatan Kodi Utara, SBD, NTT.

Hendrikus Pati Holo didampingi Dominggus Dara Maradere dan Melkianus Rangga Maloko menyampaikan hal itu saat bertemu pelaksana harian kepala unit pelaksana teknis penyelenggara Pelabuhan Weekeloh, SBD, Antonius Langkau di kantor Pelabuhan Weekeloh, Senin (30/7:2018).

Dihadapan pelaksana harian kepala unit penyelenggara pelabuhan Weekeloh, SBD, Antonius Langkamau, Hendrikus Pati Holo, memohon pemerintah memfasilitasi agar jenasah anaknya ditemukan.

"Anak kami sudah tenggelam, sudah meninggal. Kami tidak ingin, anak kami terkubur di Sape, NTB. Tolong kami dulu pak, biar antar saja mayatnya ke sini, agar kami dapat kuburkan dengan tata cara adat sumba. Biar anak kami hidup tenang dialam sana," kata Hendrikus.

Mendengar permintaan itu pelaksana harian kepala unit pelaksana teknis penyelenggara pelabuhan Weekeloh, SBD, Antonius Langkau mengatakan, semenjak kejadian sampai saat ini, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Kepala Pelabuhan Sape, NTB dan tim SAR yang tengah melakukan operasian pencarian 3 korban yang masih hilang di Sape, NTB. Dan sampai hari ini, Senin (30/7/2018), tim sar masih melakukan pencarian.

Sedangkan berkaitan dengan permintaan jenasah diantar ke Sumba, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepala pelabuhan Sape, NTB, pemilik kapal motor dan instansi terkait agar membantu memulangkan jenasah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Antonius Langkamau menjelaskan, kapal motor berkat Ilahi baru saja tiba di pelabuhan Weekeloh, Minggu (29/7/2018) pukul 12.30 dini hari. Staf pelabuhan sempat memeriksa muatan kapal yang mengangkut bawang, sayur, tomat dan lain-lain. Staf juga sempat menanyakan jam berapa bongkar muatan, nahkoda kapal bilang besok pagi bari bongkar.

Ternyata, setelah staf pelabuhan kembali, diam-diam nakodah dan anak buah kapal membongkar muatan.

Dan kapal tersebut berangkat dari pelabuhan weekeloh sekitar pukul 5 05.00 pagi mengangkut 25 penumpang dan 6 anak buah kapal.

Kapal tersebut tidak memiliki dokumen dan berangkat secara ilegal tenggelam di sekitar Nggelu Kerambi Rompu, Sape, NTT pukul 8.00 wita. Informasi yang diperoleh, korban tenggelam sebanyak 5 orang, dua orang meninggal dunia yakni Marlince (19) warga Kampung puukomi, Desa Bila Chenge, SBD, NTT dan satu lagi asal Pulau Nisa, NTB.

Sedangkan tiga lainnya termasuk Debiana Pati Bebe (18) masih hilang. Hingga saat ini, tim sar masih melakukan pencarian. Diduga kapal tenggelam akibat hantaman ombak besar akibat gempa bumi. (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help