Berita Manggarai Barat

340, 25 Hektar Lahan Jagung di Manggarai Alami Kekeringan

Ratusan hektar tanaman jagung yang kering tersebar di empat kecamatan, yaitu Boleng, Sanonggoang, Pacar dan Welak.

340, 25 Hektar Lahan Jagung di Manggarai Alami  Kekeringan
pos kupang.com, servan mammilianus
-salah satu lahan tanaman jagung di mabar yang kering akibat musim kemarau 

Laporan Reporter POS--KUPANG.COM Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM, LABUAN BAJO- Dari hasil identifikasi lahan tanaman jagung yang kering akibat musim kemerau, diketahui bahwa terdapat 340, 25 hektar tanaman jagung yang kering di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Ratusan hektar tanaman jagung itu tersebar di empat kecamatan, yaitu Boleng, Sanonggoang, Pacar dan Welak.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Mabar, Anggalinus Gapul mengatakan itu kepada POS--KUPANG.COM, Senin (30/7/2018).

"Tanaman jagung yang mengalami puso atau kekeringan tersebar di empat kecamatan dengan jumlah total 340, 25 hektar," kata Anggalinus.

Dia merincikan, tanaman jagung yang paling banyak kering terdapat di Pacar yaitu 273, 5 hektar. Lalu disusul Kecamatan Boleng 54, 75 hektar, Welak 7 hektar dan Sanonggoang 5 hektar.

Jumlah luas lahan jagung yang sudah ditanam di empat kecamatan itu, yakni Pacar 303, 5 hektar; Boleng 54, 75 hektar; Welak 7 hektar dan Sanonggoang 5 hektar.
Dengan demikian, ada tiga kecamatan yang tanaman jagungnya mati semua pada lahan yang sudah ditanam, yaitu Boleng, Welak dan Sanonggoang.

Sedangkan target luas lahan yang ditanami tahun 2018 ini untuk Pacar 905 hektar, Boleng 454 hektar, Welak 37 hektar dan Sanonggoang 219 hektar.

Sebelumnya diberitakan, tim dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), mengidentifikasi per kelompok tani tentang jumlah luas lahan tanaman jagung yang kering dan mati akibat musim kering.

Untuk diketahui, pengembangan jagung di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) tahun 2018 ini, seluas 5.995 hektar.

Jagung tersebut terdiri dari jenis Hibrida 4.575 hektar dan Komposit 1.405 hektar.
Pengembangan jagung itu didukung oleh dana dari APBN, APBD I provinsi dan APBD II kabupaten.

Dukungan dana dari APBN paling banyak, yaitu untuk lahan seluas 5.575 hektar. Dari APBD Provinsi 405 hektar dan kabupaten 15 hektar.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help