Berita Kabupaten Nagekeo

Operasi Gabungan di Mbay, Ini Jumlah Pelanggar yang Dijaring Polisi

Operasi gabungan yang digelar oleh Satlantas Polres Ngada, Dispenda dan Dishub Nagekeo menjaring 55 pelanggar

Operasi Gabungan di Mbay, Ini Jumlah Pelanggar yang Dijaring Polisi
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Suasana saat operasi gabungan dari Satlantas Polres Ngada, di Kota Mbay Kabupaten Nagekeo, Sabtu (28/7/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Operasi gabungan yang digelar oleh Satlantas Polres Ngada, Dispenda dan Dishub Nagekeo menjaring 55 pelanggar. Pelanggar roda dua ada 50 unit. Roda empat ada 2 unit dan roda enam 3 unit.

Kasat Lantas Polres Ngada, AKP Sudirman, S.Sos, melaui Kanit Patroli Satlantas Polres Ngada, mengatakan, giat operasi gabungan dengan Dispenda dan Dishub Kabupaten Nagekeo Sabtu (28/7/ 2018) yang bertempat di jalan lurus depan kantor Bupati Nagekeo terjaring pelanggar sebanyak 55 pelanggar.

Baca: Diduga Mabuk Miras, Pria Asal Ende Ini Tabrak Dump Truck, Ini yang Terjadi

Di antaranya roda dua sebanyak 50 unit, roda empat sebanyak 2 unit dan roda enam sebanyak 3 unit.

"Pelanggarannya bervariasi diantaranya tidak menggunakan Helm, tidak memiliki SIM , tidak bisa menunjukkan STNK , Pajak Mati, Ker mati, tindakan yang diambil langsung memberikan E- tilang dan teguran. Sedangkan yang Pajak Mati langsung berurusan dengan Dispenda dan yang Ker mati langsung berhubungan dengan Dishub yang ditindak dengan E-tilang sebanyak 11 pelanggar semuanya Roda dua," papar Yos Tote, kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (29/7/2018).

Ia mengatakan pasal yang dilanggar yang di E tilang diantara(Sim) 281, (Helm) 291 ayat (1) dan (2) pasal (Stnk) 288 Ayat (1) dan pasal kelengkapan kendaraan (Racing) 285 Ayat (1)
Mati pajak sebanyak 8 langsung diarahkan ke samsat untuk membayar dan mati Ker sebanyak 4 unit langsung diarahkan ke Dishub Nagekeo.

Sebelumnya Kasat Lantas Polres Ngada, AKP Sudirman S.Sos, mengatakan, ada empat faktor penyebab kecelakaan lalu lintas.

Diantaranya, faktor manusia misalnya, mabok dan lain-lain, faktor kendaraan, faktor jalan/lingkungan da faktor cuaca.

Ia mengingatkan masyarakat Ngada dan Nagekeo tidak boleh mengabaikan keselamatan.Keselamatan diri sendiri dan bagi orang lain itu sangat penting.

Sudirman mengatakan, pihaknya sangat gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat lewat program Dikmas (pendidikan masyarakat) lewat program ini pihaknya bisa menyampaikan materi sosialisasi.

Ia mengaku, masyarakat harus diberi pemahaman. Tugas polisi adalah mensosialisasikan itu. Misalkan kalau jalan hendaknya menggunakan helm standar yang sudah ditentukan. Cek kendaraan baik-baik. Surat-surat kendaraan apakah lengkap atau tidak. Ini yang mau diajarkan kepada masyarakat.

"Dalam giat Dikmas materi yang disampaikan adalah pengenalan rambu-rambu lalu lintas, diantaranya, rambu Peringatan, rambu petunjuk, rambu larangan," papar Sudirman. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved