Berita Kabupaten Nagekeo

Diduga Mabuk Miras, Pria Asal Ende Ini Tabrak Dump Truck, Ini yang Terjadi

Diduga mabuk miras, Apolonaris Toda (37) asal Desa Raterua, Kecamatan Ende Utara Kabupaten Ende menabrak dump truck.

Diduga Mabuk Miras, Pria Asal Ende Ini Tabrak Dump Truck, Ini yang Terjadi
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Kasat Lantas Polres Ngada, Sudirman, S.Sos

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Diduga mabuk minum keras (miras), Apolonaris Toda (37) asal Desa Raterua, Kecamatan Ende Utara Kabupaten Ende menabrak sebuah dump truck yang dikemudikan oleh Yohanes Ruba (42).

Kecelakaan lalu lintas itu terjadi di Jalan Bajawa-Ende tepatnya dilokasi Watupasan Kelurahan Mangulewa Kecamatan Golewa Barat Kabupaten Ngada.

Baca: KPU Nagekeo Minta Parpol Jangan Masukan Berkas Perbaikan di Injuri Time

Akibatnya Apolonaris Toda (37) meninggal dunia ditempat kejadian perkara. Sedangkan seorang wanita yang dibonceng Apolonaris mengalami luka berat yaitu patah tangan.

Kasat Lantas Polres Ngada, AKP Sudirman, S.Sos, kepada POS-KUPANG.COM, menjelaskan, pria asal Ende yang berprofesi sebagai tenaga honorer itu diduga meneguk minuman keras sebelum mengendarai sepeda motor.

"Kejadian itu terjadi sekitar pukul 14.30 Wita, Sabtu (28/7/2018) di Watupasan Kelurahan Mangulewa Kabupaten Ngada. Mobil Dump truk EB-8088-D yang dikendarai oleh Yohanes Ruba (42) sedang melaju pelan dari arah Bajawa menuju arah Mataloko dengan muatan material pasir, sesampai di TKP persis ditikungan halus panjang kekiri dari arah Bajawa, datang sebuah sepeda motor MX King tanpa nomor Polisi dari arah Mataloko menuju arah Bajawa, langsung menabrak dari arah berlawanan," ungkap AKP Sudirman, Minggu (29/7/2018).

Ia mengaku, saat itu pengendara dump truck mencoba untuk menghindar dan keluar kekiri badan jalan. Namun, karena sepeda motor yang dikendarai Apolonaris yang diboncengi Martina Meo (5) laju dengan kecepatan tinggi dan sudah terperosok menabrak besi pagar bagian kanan bawa dump truck.

"Saat sepeda motor tersebut berjarak sekira 10 meter dengan mobil dump truck tiba-tiba sepeda motor yang dikendarai oleh Apolonaris tersebut berpindah kejalur kanan dari arah Matoloko kearah mobil dump truk, sehingga pengendra mobil dump truck berupaya menghindar kekiri dengan mengarahkan mobil keluar dari badan jalan namun Apolonaris tidak bisa mengendalikan laju sepeda motornya sehingga menabrak mobil truck pada bagian besi pagar samping kanan bawah dan mngakibatkan pengendara sepeda motor meninggal dunia di TKP sedangkan korban yang di bonceng mengalami patah tangan kanan dan memar pada bagian wajah," ungkap AKP Sudirman.

AKP Sudirman mengungkapkan, kedua korban saat itu dari arah Mataloko menuju Bajawa. Keduanya baru saja pulang dari sebuah tempat pesta keluarga di Mataloko.

"Berdasarkan keterangan sementara dari penumpang yang dibonceng oleh Apolonaris (Martina Meo) karena lalainya pengendara sepeda motor. Pengendara sepeda motor mengantuk dan mengkonsumsi minuman keras (miras) sehabis kembali dari acara keluarga di Mataloko," ungkap AKP Sudirman.

Ia mengatakan, pihak Satlantas Polres Ngada langsung mengambil tindakan mendatangi TKP, mengamankan TKP, mencatat saksi dan korban serta langsung olah TKP dan mengunjungi korban di RSUD Bajawa serta mengamankan barang bukti.

Sebelumnya, AKP Sudirman, S.Sos, mengingatkan agar tidak boleh mengkonsumsi minuman keras jika hendak mengendaraai kendaraan bermotor. Sebab akan berakibat fatal bagi diri sendiri maupun orang lain.

Ia meminta agar melengkapi surat-surat kendaraan bermotor jika berpergian.

"Kalau sedang minum (sopi dan sejenisnya) tidak boleh bawa motor atau mobil karena sangat berbahaya bagi diri sendiri orang lain," papar AKP Sudirman. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved