Berita Sikka

Terkait BAP OTT Sertifikat Prona! Jaksa Bisa Babak Belur di Sidang Tipikor

Kasus OTT pungutan liar sertifikat Prona di Desa Habi, ecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Pulau Flores belum bisa dibawa ke persidangan

Terkait BAP OTT  Sertifikat  Prona! Jaksa Bisa Babak  Belur di Sidang Tipikor
Pos Kupang/Egy Moa
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Maumere, Azman Tanjung, S.H 

Laporan Wartawan  Pos-Kupang.com, Eginius Mo’a

POS-KUPANG.COM, MAUMERE---Kepala Kejaksaan Negeri  Maumere, Azman  Tanjung, S.H, mengatakan kasus  Operasi  Tangkap Tangan   (OTT) pungutan  liar  sertifikat Prona di  Desa Habi,  Kecamatan  Kangae, Kabupaten  Sikka, Pulau  Flores belum bisa  dibawa  ke  persidangan Pengadilan  Tindak Pidana Korupsi   (Tipikor).

Menurut  Azman, OTT  menyeret   Kepala Desa  Habi,   Maria Nona Murni, dan stafnya Sisilia Wilfrida    telah  menjadi  shok  terapi kepada  banyak kepala desa mengelola Prona dan  BPN/ATR.  Mereka menjadi  waspada  mengelola Prona.

“OTT-nya  bagus, tetapi berkasnya  ini    yang belum  lengkap, masih kabur.  Jaksa yang menelitinya  memberi  catatan  untuk  dilengkapi  oleh penyidik. Justru  kalau dipaksakan, jaksa  bisa  babak  belur di persidangan,” ujar  Azman.

Ia mengatakan,nilai kerugian yang ditimbulkan  dari  OTT  sangat kecil, tak sebanding dengan  biaya perkara  yang akan dikeluarkan  oleh  negara ketika  persidangan.

Bahkan juga sisa  uang  yang  dipungut  dari  200-an   lebih  masyarakat  mengurus sertifika Prona telah digunakan  untuk  kebutuhan bersama.

“Mereka  beli babi  untuk  makan bersama. Beli  kain tenun  ikat diserahkan kepada Bupati   Sikka dan pejabat yang  hadir ketika menyerahkan sertifikat Prona. Apakah  nanti,semua yang ikut menikmati uang sisa ini akan dijadikan  tersangka,” tanya   (*)

Tags
Sikka
Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help