Berita Kabupaten Nagekeo

Tidak Ada Dana Tapi Terus Semangat Melatih Anak-Anak Nagekeo, Ini Curahan Hati Pelatih

Ada yang bersabuk putih, kuning, hijau, maupun warna merah yang sedang melakukan latihan bela diri yakni Taekwondo.

Tidak Ada Dana Tapi Terus Semangat Melatih Anak-Anak Nagekeo, Ini Curahan Hati Pelatih
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Suasana latihan para atlet pimpinan Kris di Desa Witurombaua Kecamatan Keo Tengah Kabupaten Nagekeo.

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Dari Kejauhan terlihat seorang laki-laki berdiri dan anak-anak yang berjumlah sekitar 19 orang dengan berpakaian putih dilengkapi atribut seperti sabuk, ada yang bersabuk putih, kuning, hijau, maupun warna merah yang sedang melakukan latihan bela diri yakni Taekwondo.

Tempat itu berada di kompleks Yayasan Amkur Santo Fransiskus Asisi Romba depan kapela Mauara Desa Witurombaua Kecamatan Keo Tengah Kabupaten Nagekeo.

Dari jauh tampak terlihat sang Pelatih taekwondo Krispinus Pili yang sedang mengamati Anak-anak asuhnya yang sedang melakukan sebuah gerakan seperti tendangan, maupun jurus-jurus yang dilakukan oleh anak-anak berbakat saat itu.

Ternyata pelatih tersebut atau yang sering disapa anak-anak asuhnya Dengan sebutan Sabeum Kris sebenarnya seorang atlet tekwondo sejak dari tahun 2011, Kris juga salah satu atlet Jawa Timur Malang yang juga pernah mengikuti PON.

Berkat semangatnya yang gigih, akhirnya Kris bersama kawan-kawannya bertekad untuk terus melahirkan kader-kader baru di kabupaten Nagekeo, sehingga bibit-bibit muda mampu bersaing ke level yang lebih tinggi serta mampu untuk membawa nama baik orang tua, pendidikan sekolah dan membawa nama baik tempat kelahiran yakni kabupaten Nagekeo.

Krispinus Pili yang juga sebagai Pelatih dengan sapaan Sabeum Kris mengaku ada semangat yang Persahabatan (try out) antar kabupaten dan jadwal untuk latihan anak-anak asuhnya hari Selasa dan Jumad.

Siaran Pers yang diterima Pos Kupang.Com, Kamis (26/7/2018) Kris mengaku yang aktif untuk latihan sebanyak 30 an orang perminggu sebelum-sebelumnya yang mendaftar sebnyak 60an orang, sebagian besar ada yang kuliah.

Ia juga menjelaskan terkait sabuk yang dianggap paling tinggi antara lain sabuk merah strip dua(2).

Ia mengatakan sabuk merah ada tiga macam antara lain ada yang berwarna merah polos, merah strip 1 dan merah strip 2, adapun tingkatan untuk merebut sabuk hitam.

Halaman
12
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help