Berita Regional

Siswa SD Duel gara-gara Buku hingga Tewas, Anak Tak Akan Jadi Tersangka

Polisi tidak akan menetapkan status tersangka kepada anak yang terlibat dalam perkelahian hingga menewaskan seorang siswa kelas 6 SD.

Siswa SD Duel gara-gara Buku hingga Tewas, Anak Tak Akan Jadi Tersangka
Kompas.com/Ari maulana karang
Seto Mulyadi saat menemui Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, Kamis (26/7/2018). 

POS-KUPANG.COM | GARUT - Polisi tidak akan menetapkan status tersangka kepada anak yang terlibat dalam perkelahian hingga menewaskan seorang siswa kelas 6 SD.

Hal ini disampaikan Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, setelah menerima kunjungan Seto Mulyadi, aktivis perlindungan anak, Kamis (26/7/2018).

"Hasil kesepakatan dengan Bapas, KPAI, tokoh masyarakat dan keluarga, ada kesepakatan yang sifatnya tidak ditindaklanjuti secara hukum yang berlaku," ungkap Budi.

Baca: PDI-P Harap Komnas HAM Dukung Pengungkapan Peristiwa 27 Juli 1996

Lalu, lanjut Budi, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak PN Garut untuk tahapan diversi. "Dari hasil kesepakatan, kami akan buatkan keterangan untuk permohonan diversi ke pengadilan, hari ini kami siapkan berkasnya," tuturnya.

Budi menyampaikan, dari hasil pendalaman yang dilakukan pihaknya, pelaku tidak sengaja melakukan hal tersebut. Apa yang terjadi, menurut polisi, adalah sebuah kecelakaan.

"Bicara latar belakangnya juga bukan disengaja, karena terdesak saja, jadi kecelakaan," katanya.

Kak Seto mengapresiasi langkah cepat jajaran Polres Garut dalam penanganan kasus ini. Menurut dia, langkah kepolisian, Pemkab Garut, Bapas dan P2TP2A sudah tepat dalam penanganan masalah ini.

"Kami dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) mengapresiasi jajaran Polres Garut dalam penanganan kasus ini," ucapnya.
Dia berharap, anak yang bermasalah ini tidak ditempatkan di panti atau Bapas. Kak Seto merekomendasikan agar anak bisa ditempatkan di lingkungan keluarganya.

"Intinya ternyata dalam kasus ini, kita menjumpai ini semacam dinamika dalam dunia anak-anak. Jadi ada semacam kecelakaan, tanpa disengaja sama sekali," tuturnya.

Dia juga menegaskan, sebetulnya dalam kasus ini anak tersebut dalam posisi membela diri karena terus dipukuli. Senjata tajam yang ada pun digunakan untuk menakut-nakuti walau akhirnya dia ternyata terus dipukuli. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help