Berita Provinsi NTT

Relawan Jokowi Gelar Aksi Damai di DPRD NTT, Minta Klarifikasi Farry Francis

Sedikitnya ratusan warga dari sejumlah elemen yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Relawan Jokowi Provinsi NTT melakukan aksi damai ke DPRD NTT.

Relawan Jokowi Gelar Aksi Damai di DPRD NTT, Minta Klarifikasi Farry Francis
POS-KUPANG.COM/EDI HAYONG
Aksi Damai Sekretariat Bersama Relawan Jokowi Provinsi NTT di DPRD NTT, Kamis (26/7/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sedikitnya ratusan warga dari sejumlah elemen yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Relawan Jokowi Provinsi NTT melakukan aksi damai ke DPRD NTT.

Massa mendesak anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra asal NTT yang juga Ketua Komisi V DPR RI, Farry Djemi Francis untuk segera membuat klarifikasi terbuka kepada masyarakat NTT atas pernyataannya beberapa waktu lalu.

Apabila dalam waktu 7x24 jam belum ada klarifikasi dan permintaan maaf buat warga NTT maka aksi lanjutan akan dilakukan menyeluruh di NTT.

Baca: Calon Terpilih Bupati Ditetapkan, Penjabat Bupati Sikka Ajak Rajut Kebersamaan

Demikian salah satu point orasi yang disampaikan, Ketua Poros Jokowi NTT, John Rikardo, dalam aksi damai Sekretriat Bersama (Sekber) Relawan Jokowi di DPRD NTT, Kamis (26/7/2018).

Adapun elemen yang tergabung dalam Sekber Relawan Jokowi itu antara lain, Seknas Jokowi, Poros Jokowi, Bara JP, Pospera, Bara Baja, dan Teman Jokowi.

Di bawah pengawalan puluhan aparat kepolisian, mereka membentangkan sejumlah spanduk antara lain bertuliskan "Jokowi kerja nyata, rakyat NTT tolak label pencitraan dari Farry Francis. Pembangunan infrastruktur Jokowi untuk mewujudkan keadilan sosial. Sekber relawan Jokowi NTT bersatu menggugat Farry Francis."

John Rikardo dalam orasinya mengatakan, sangatlah keliru pernyataan yang disampaikan Farry Francis bahwa pembangunan infrastruktur di NTT oleh Presiden Jokowi merupakan sebuah pencitraan.

Karena jumlah pemilih di NTT yang hanya tiga juta lebih, hampir sama banyaknya dengan jumlah pemilih satu kelurahan di Pulau Jawa. Pembangunan yang dilaksanakan di NTT seperti pembangunan tujuh bendungan dan sejumlah program lainnya hanya untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan.

Untuk itu Jhon meminta Farry Francis dalam waktu 7x 24 jam untuk melakukan klarifikasi terbuka kepada masyarakat NTT atas pernyataan yang disampaikan bahwa pembangunan di NTT sebagai bentuk pencitraan yang dilakukan Presiden Jokowi.

Pernyataan Farry Francis, kata Jhon, memberi pesan yang sangat kuat bahwa masyarakat NTT tidak tahu berterima kasih kepada pemerintah terutama Presiden Jokowi.

Halaman
12
Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved