Kisah LP Kerobokan 3 Habis

Tentang Penjara Kerobokan:Membuat Kehidupan Sendiri Hingga Dipaksa Pindah

Di Penjara Kerobokan, Orang bisa gila kalau tidak membuat kehidupannya sendiri atau mengembalikan kehidupan yang pernah hilang.

Tentang Penjara Kerobokan:Membuat Kehidupan Sendiri Hingga Dipaksa Pindah
Nyoman Budhiana/Antara
Wisatawan Australia berfoto di depan gerbang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Sabtu (7/2/2015) 

Sekalipun si perempuan mengenakan rok panjang, orang tahu dia sedang apa.

Filo hanya membuka-tutup mata sambil mengepulkan asap rokok.

Kebutuhan pokok seperti rokok bisa didapatkan di sel yang dijadikan toko oleh pemiliknya, Wayan, bekas dosen fakultas ekonomi yang dihukum empat tahun karena membunuh pria yang menyelingkuhi istrinya.

Napi perempuan pun tak kalah aktif.

Meski mereka terlihat seperti sekedar duduk di pangkuan pacar atau suami, aktivitas seksual telah terjadi.

Seorang napi perempuan berhasil memodifikasi celana jeans dengan ritsleting di bagian bawah.

Dipaksa pindah

Pukul 4.30 pagi Ruggiero dibangunkan oleh dua penjaga.

Ia tak sempat berganti pakaian kecuali menyelipkan telepon ke kantong celana pendeknya.

Di halaman kantor, berjajar serombongan polisi bersenjata laras panjang.

Ternyata sudah ada Arman, Michael, Vicente, dan dua orang Nigeria. Tangan mereka diborgol.

Semua bingung dan tak siap. Kemudian muncul Juri bertelanjang kaki. Setelah itu muncul Nita.

"No question, no answer," kata polisi saat Ruggiero bertanya.

Para napi minta izin untuk mengambil bawaan tapi tak diperbolehkan. Polisi itu membisu semua.

Sipir yang sehari-hari mereka kenal pun hanya bilang, "Kami tak tahu apa-apa."

Ruggiero mengirim pesan pendek ke konsulat Brasil, tapi tak berbalas.

Dengan dua minibus mereka berdelapan dibawa ke bandara.

Masing-masing diberi sebotol air mineral dan sebungkus nasi goreng.

Saat menjelang masuk ke pesawat terbang, di antara tatapan mata pengunjung bandara, ada orang Italia menyapa.

"Aku mau dipindahkan. Aku sudah lama di penjara sini," kata Juri.

Mereka masuk ke dalam pesawat setelah penumpang di deret depan dan tengah duduk.

Satu jam kemudian pesawat berhenti di Surabaya. Vicente, Nita, Michael, dan Arman turun. Sisanya meneruskan penerbangan ke Jakarta.

Ya, di kota yang panas itu Ruggiero, Juri, dan dua napi Nigeria mendarat. Mereka langsung menuju ke Cipinang.

Mereka diberi seragam, lantas dibawa ke sel isolasi yang akan mereka tinggali selama dua minggu.

Sebelum itu, dua penjaga memukul dan menendang mereka. Dua-tiga kali.

"Ini Jakarta, bukan Bali," kata salah seorang. "Yeah, I know. Tapi saya enggak butuh pukulan," kata Juri.

Pagi itu di Kerobokan, Ade, istri Juri, datang seperti biasa.

Ia mendaftar dan menyerahkan Rp5.000,- kepada penjaga, tapi ditolak. Saat ditanya kenapa, dia bilang, Juri sudah dipindahkan. Ade pun jatuh pingsan-Habis  (intisari online)

Artikel ini telah tayang di intisari online dengan judul, Kisah Penjara Kerobokan: Surga, Neraka, Pelacuran, dan Narkoba di Balik Jeruji Besi Pulau Dewata, http://intisari.grid.id/read/03904835/kisah-penjara-kerobokan-surga-neraka-pelacuran-dan-narkoba-di-balik-jeruji-besi-pulau-dewata?

Editor: Fredrikus Royanto Bau
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help