Kisah LP Kerobokan 3 Habis

Tentang Penjara Kerobokan:Membuat Kehidupan Sendiri Hingga Dipaksa Pindah

Di Penjara Kerobokan, Orang bisa gila kalau tidak membuat kehidupannya sendiri atau mengembalikan kehidupan yang pernah hilang.

Tentang Penjara Kerobokan:Membuat Kehidupan Sendiri Hingga Dipaksa Pindah
Nyoman Budhiana/Antara
Wisatawan Australia berfoto di depan gerbang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Sabtu (7/2/2015) 

POS-KUPANG.COM - "Orang bisa gila kalau tidak membuat sendiri kehidupannya," kata Ruggiero.

Atau mengembalikan kehidupan yang pernah hilang.

Maka, para penjudi tetap berjudi, pengedar tetap jualan.

Tiga napi Afrika kasus pemalsuan uang dolar AS juga melanjutkan bisnis.

Mereka mengajak sesama napi untuk mencari penyandang dana.

Baca: Mahasiswi Indonesia Diperkosa Orang Tak Dikenal di Rotterdam, Polisi Belanda Pelajari CCTV

Baca: Tentang Penjara Kerobokan-2: Bagai Kantor PBB dan Frustrasi Karena Melihat Ironi

Katanya, kertas, cetakan, dan cairan kimia dibeli di Swiss dengan harga puluhan ribu dolar.

Beberapa lembar dolar AS sempat lolos dan bisa digunakan, tapi belakangan gagal total.

Sesama napi pun berkelahi.  Waria napi Dedi mengeluh tak punya uang.

Seorang teman menyarankannya membuat film porno untuk dijual lewat internet.

Bersama beberapa orang, juga napi hitam asal Afrika, Dedi mengajak seorang sipir yang kebetulan homo.

Baca: Ahok Sempat Menolak Keluar Penjara Lebih Cepat, Bakal Buat Kejutan di Bulan Agustus

Baca: Pembunuh Istri dan Anak Ini Akhirnya Divonis 20 Tahun Penjara

Halaman
1234
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved