Kisah LP Kerobokan 2

Tentang Penjara Kerobokan:Bagai Kantor PBB dan Frustrasi Karena Melihat Ironi

Di Penjara Kerobokan, narapidana narkoba amat dominan meski penjahat lain juga banyak. Mereka menjadi istimewa.

Tentang Penjara Kerobokan:Bagai Kantor PBB dan Frustrasi Karena Melihat Ironi
ISTIMEWA
Lapas Kerobokan Bali 

Tertangkap setelah puluhan kali menyelundup, menurut Juri, itu karena sudah waktunya.

Juri belakangan kawin dengan Ade, perempuan asal Timor Timur, dan punya anak.

Sementara Marco kini menunggu eksekusi di LP Nusakambangan, Jawa Tengah.

Ada pula Emmanuel, orang Nigeria yang dijatuhi hukuman mati karena menyelundupkan 400 g heroin yang dibawanya dari Pakistan.

Ia frustrasi karena melihat ironi: ia ditahan karena obat bius, sementara para sipir memperdagangkannya bak kopi saja.

Ia marah dan merusak pintu, sehingga dihukum harus masuk ke sel "tikus".

Di sel sempit tanpa WC (karenanya perlu plastik untuk buang air besar) itu orang kadang bisa tinggal sampai dua bulan.

Di sel "tikus" beberapa napi meninggal karena TBC, hepatitis, atau AIDS.

Dalam suatu kali hukuman Emmanuel berbagi dengan Scott Rush, pemuda 23 tahun anggota Bali Nine yang hukumannya ditingkatkan menjadi mati di tingkat kasasi.

Napi Ruggiero asal Brasil lain lagi. Ia mencoba kabur setelah gagal membeli kebebasan. Ditipu pengacara, diperas polisi, jaksa, dan hakim.

Halaman
1234
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help