Berita Internasional

Awali Karir Sebagai Intelijen, Vladimir Putin Jadi Pemimpin Rusia yang Ditakuti di Dunia

Piawai sebagai intelijen, Vladimir Putin menjadi Pemimpin Rusia yang Ditakuti di Dunia. Berikut 9 fakta terkait dirinya.

Awali Karir Sebagai Intelijen, Vladimir Putin Jadi Pemimpin Rusia yang Ditakuti di Dunia
Net
Vladimir Putin 

POS-KUPANG.COM - Presiden Rusia, Vladimir Putin menjadi salah satu pimpinan negara yang paling ditakuti di Dunia saat ini.

Sebelum memegang tampuk kekuasaan sebagai presiden, Vladiri telah menghabiskan waktu bertahun-tahun sebagai intelijen Rusia.

Baca: Teeners Yang Jalin Hubungan Beda Usia, Ini Loh Tipsnya

Baca: Realisasi Pencapaian Akseptor Kecamatan Kelapa Lima Masih Rendah, Ini Penyebabnya

Dokumentasi Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyambut Presiden Suriah, Bashar al-Assad, saat pertemuan mereka di resor Black Sea (Laut Hitam) di Sochi, Rusia, Kamis (17/5/2018).
Dokumentasi Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyambut Presiden Suriah, Bashar al-Assad, saat pertemuan mereka di resor Black Sea (Laut Hitam) di Sochi, Rusia, Kamis (17/5/2018). ((Sputnik/Mikhail Klimentyev/Kremlin via REUTERS))

Putin bisa menjadi lebih relevan dengan AS di tahun-tahun mendatang dan Donald Trump sering dikritik karena berdampingan dengan pemimpinnegara yang diduga bekerja untuk melemahkan demokrasi Barat.

Inilah pandangan Putin hingga dia bisa naik ke tampuk kekuasaan dan mengapa AS begitu takut padanya:

1. Kehidupan awal dan karier KGB

Putin lahir dari keluarga kelas pekerja di Leningrad pada tahun 1952.

Ayahnya seorang veteran perang dan pekerja pabrik.

Putin dewasa menyukai novel mata-mata dan acara TV.

Ketika masih sekolah, dia pergi ke badan keamanan dan intelijen KGB, kemudian bertanya bagaimana dia bisa bergabung.

Baca: Pemerintah Daerah Diminta Dukung Pelaksanaan LPSE

Baca: Pacaran Beda Umur? Jalani Aja, Stop Jangan Dengar Gosip

Orang-orang di KGB mengatakan bahwa dia perlu bekerja keras dan belajar hukum.

Halaman
1234
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help