Berita Regional

24 Pantai di Jogja Terdampak Gelombang Tinggi, 5 Pos SAR dan 31 Perahu Rusak

Sebanyak 24 pantai di tiga kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terdampak gelombang tinggi.

24 Pantai di Jogja Terdampak Gelombang Tinggi, 5 Pos SAR dan 31 Perahu Rusak
KOMPAS.com/ANTARA FOTO/HENDRA NURDIYANSYAH
Relawan memantau ombak di Pantai Drini, Tepus, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Selasa (24/7/2018). 

POS-KUPANG.COM | YOGYAKARTA - Sebanyak 24 pantai di tiga kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terdampak gelombang tinggi.

Dari data yang di dapat BPBD DIY, terjangan gelombang tinggi yang menerjang pesisir Selatan DIY ini mengakibatkan gazebo, perahu, warung, penginapan hingga Pos SAR mengalami kerusakan.

Baca: Realisasi Pencapaian Akseptor Kecamatan Kelapa Lima Masih Rendah, Ini Penyebabnya

"Dari data yang masuk hingga siang tadi ada 24 pantai di tiga kabupaten yang terdampak," ujar Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana saat dihubungi Kompas.com, Rabu (25/07/2018).

Terjangan ombak tinggi yang mencapai 3,5 meter hingga 5 meter mengakibatkan kerusakan fisik berupa bangunan yang ada di tepi pantai. Kerusakan terbanyak berdasarkan data terjadi pada bangunan gazebo.

"Gazebo yang rusak ada 177 unit. Perahu atau kapal nelayan yang terdampak ada 31," ungkapnya.

Selain gazebo dan perahu, ombak tinggi yang menerjang pesisir Selatan DIY juga mengakibatkan 50 warung, 1 rumah warga dan 1 penginapan mengalami kerusakan. Gelombang Tinggi juga menyebabkan 5 Pos SAR mengalami kerusakan.

"Nilai kerugian mencapai berapa masih dalam penghitungan," tegasnya.

Waspada
Disampaikanya dari informasi BMKG, gelombang tinggi masih akan terjadi hingga 30 Juli 2018 mendatang. Sehingga pihaknya menghimbau agar masyarakat atau pemilik warung yang berada di sepanjang pantai untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan.

"Kami menghimbau agar nelayan untuk sementara sebaiknya tidak melaut dahulu sampai kondisi gelombang kembali normal, wisatawan juga dihimbau agar tidak bermain-main di pantai. Dari BPBD Kabupaten dan SAR Linmas tetap intensif mengingatkan masyarakat," pungkasnya.

BMKG peringatkan pengelola pelabuhan dan nelayan adanya potensi cuaca ekstrem pada tanggal 24 dan 25 Juli mendatang di wilayah perairan laut Indonesia. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved