Berita Kabupaten Flores Timur

Yayasan PEKKA Gelar Konsultasi Daerah SDGs di Flotim

Beberapa masalah yang masih dihadapi Flotim di antaranya masalah kemiskinan, masalah pendidikan, masalah kesehatan

Yayasan PEKKA Gelar Konsultasi Daerah SDGs di Flotim
ISTIMEWA
Rom Romlawati, Deputi 2-Yayasan Pekka

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM|LARANTUKA-- Yayasan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) pagi di Kota Larantuka Flores Timur menggelar konsultasi daerah SDGs atau Sustainabel Development Goals.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama PEKKA dengan BAPPEDA Flotim dan MAMPU (Kemitraan Indonesia Australia untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan).

Deputi 2-Direktur Yayasan Pekka Rom Romlawati melalui pesan email kepada POS-KUPANG.COM Selasa (24/7/2018) mengungkapkan latar belakang penyelenggaraaan kegiatan itu.

Ia menyebutkan beberapa masalah yang masih dihadapi Flotim di antaranya masalah kemiskinan, masalah pendidikan, masalah kesehatan dan masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Dalam rangka ikut menyukseskan pencapaian SDGs pada tahun 2030, Yayasan PEKKA (Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga) dengan dukungan MAMPU (Kerjasama Indonesia dan Australia untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan) berinisitiaf bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Flotim mengadakan Konsultasi Daerah Multi Pemangku Kepentingan.

Konsultasi Daerah ini, kata Romlawati diharapkan dapat menjadi langkah awal Pemerintah Kabupaten Flotim mengembangkan Rencana Aksi Daerah (RAD) SDGs serta mengintegrasikannya ke dalam RPJMD tahun 2020-2024 agar responsif gender, inklusif dan transformative sehingga prinsip “Tidak seorang pun ditinggalkan” atau ‘no one left behind” benar-benar dapat diterapkan.

Rangkaian acara Lokakarya dan Seminar mengangkat tema “Kepemimpinan Perempuan untuk Mewujudkan Pencapaian SDGs yang Responsif Gender, Inklusif dan Transformatif”.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu, 24-25 Juli 2018 di Aula Gelekat Nara, Kelurahan Pohon Bao Flotim.

Puncak dari rangkaian acara ini, kata Romlawati adalah ditandatanganinya Deklarasi Bersama Multi Pemangku Kepentingan Kabupaten untuk “Mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDG’s) yang Responsif Gender, Inklusif dan Transformatif”.(*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved