Berita Maumere

Toyota Inova Dibuntuti Pol PP, Ternyata Dikemudikan GM Obor Mas

Mobil Toyota Inova warna coklat yang dibuntuti Satuan Pol PP Sikka, ternyata dikemudikan GM Kopdit Obor Mas Maumere, Leonardus Frediyanto.

Toyota Inova Dibuntuti Pol PP, Ternyata Dikemudikan GM Obor Mas
POS-KUPANG.COM/ EGINIUS MO'A
Kasat Pol Kabupaten Sikka, Yosef Benyamin, S.H. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Mobil Toyota Inova warna coklat yang dibuntuti Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Jumat (20/7/2018) sekitar pukul 15.00 Wita dari Tempat Pelelangan Ikan Maumere ternyata dikemudikan General Manager (GM) Kopdit Obor Mas Maumere, Leonardus Frediyanto.

Baca: Jangan Sepelekan Ban yang Sudah Gundul, Apa Bahayanya?

"Jumat siang itu ada sebuah mobil parkir di TPI. Ketika anggota Pol PP mendekat, pengemudi mobil ini menghindar. Mobil berputar arah pertokoan sehingga mencurigai. Anggota saya dan beberapa tukang ojek mengikutinya," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Sikka, Yoseph Benyamin,S.H, kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (24/7/2018) siang di Maumere.

Sesampainya di depan SDK I Maumere, pengemudi menghentikan mobil. Ketika pintu mobil dibuka, ternyata GM Obor Mas keluar dari mobil itu.

Saat itu masa yang menyaksikan cukup banyak jumlahnya, sehingga personil Satpol PP mengambilalih mengemudikan mobil menghindari kerumuman orang, karena ada yang mengancam memecahkan kaca dan mengempeskan ban.

"Pak Yanto tidak sendirian. Di dalam mobil ada tiga orang, Pak Yanto dengan tiga orang teman. Ketika diambilalih kemudi, Pak Yanto pindah duduk di bangku belakang," ujar Benyamin.

Menurut Benyamin, anggotanya mengejar mobil ini karena mencurigakan. Seandainya mobil itu tidak menghindar dan berbalik arah, tidak mungkin anggota membuntutinya.

Kejadiannya ini kemudian ramai didiskusikan di media sosial. Ia tidak tahu orang-orang yang merekam aksi ini dan mempostingnya.

Benyamin mengaku heran informasi menyatakan Satpol PP membawa penumpang di mobil ke Kantor Satpol Sikka. Tidak ditemukan fakta pelanggaran hukum. Satpol PP memposes seseorang berdasarkan standar operasi prosedur.

"Tidak ada penangkapan dan tidak ada perbuatan asusila. Kami lakukan pencegahan, karena situasinya saat itu riskan. Ada kerumunan massa, ada yang teriak-teriak mau pecahkan kaca dan kempeskan ban. Jangan sampai masyarakat rusakin mobil itu," tegas Benyamin. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved