Berita Headline Pos Kupang

Tiga Istri Kepala Daerah di NTT Jadi Caleg, Diprediksi Terjadi Pertarungan Sengit

Dua istri bupati di wilayah NTT menjadi caleg DPR RI. Sementara istri Walikota Kupang mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI.

Tiga Istri Kepala Daerah di NTT Jadi Caleg, Diprediksi Terjadi Pertarungan Sengit
POS KUPANG/CYNTHIA MEOK
Caleg DPR RI dari daerah pemilihan NTT 

Menurutnya, dengan muncul wajah baru seperti Benny Litelnoni dan Yosep Tote, pihaknya Demokrat mendulang suara di TTS dan Manggarai. Mengenai Salmon Tabun (mantan Sekda TTS), Ferdi Leu mengatakan memang ada informasi yang beredar di media katanya ada putusan peninjauan kembali (PK) dari Mahkamah Agung (MA).

Menurutnya, DPP Partai Demokrat sedang menelusuri kebenaran informasi tersebut termasuk meminta klarifikasi dari yang bersangkutan.

"Jika benar beliau tersandung kasus di tingkat PK, maka DPP PD akan mencopot beliau dari daftar calon dan mengganti dengan figur lain," kata Ferdi.

Baca: 27 Juli MK Sidangkan Sengketa Gugatan Hasil Pilkada TTS

Ia menyebut Partai Demokrat memiliki stok calon khusus di Dapil NTT-2, antara lain Ir. Emanuel Babu Eha, Sadrak Y. Pakh, SH, M.Kn, Nelson Daniel Boling, SH, MH, dan Alfons Loemau.

Ketua DPW PAN NTT, Awang Notoprawiro
Ketua DPW PAN NTT, Awang Notoprawiro (ISTIMEWA)

Ferdi menyebutkan untuk calon dari Demokrat untuk DPR RI, Dapil NTT 1 sesuai nomor urut, Benny K. Harman, Yosef B. Badeoda, Aventia Bedewoda, Yosef Tote (Bupati Matim), Iwan Arifin Manasa, Suci Relawati. Untuk Dapil NTT-2 sesuai nomor urut, Anita Jacoba Gah, Benny A. Litelnoni, Winston N. Rondo, Elvira Sylviani, Agustinus Tamo Mbapa, Salmon Tabun (mantan Sekda TTS), Sri Damayanti.

Baca: Gadis Remaja asal Maumere Ini Melahirkan Anaknya Ternyata Dibantu Dua Bidan

Sekretaris DPD PDIP NTT, Nelson Matara mengatakan Pileg itu ibarat arena yang memberi ruang bagi semua warga berhak menjadi anggota legislatif.

Khusus untuk caleg DPR RI yang ikut bertarung apakah mantan bupati, mantan gubernur, wakil gubernur dan para istri bupati, tidak ada persoalan. Di alam demokrasi ini, rakyat tidak bisa dibodohi lagi dan sudah pintar menilai siapa calon yang pantas duduk di lembaga DPR RI.

"Ini arena kompetisi tentu ada yang menang tapi ada yang siap kalah," ujar Nelson. (yon/mm/aca)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Alfons Nedabang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved