Berita Kabupaten Flores Timur

PADMA Indonesia Minta Gubernur Terpilih Prioritaskan TKI dan Human Traficking di 100 Hari Pertama

Gabriel Goa terancam nyawa mereka dan lari bersembunyi di hutan-hutan karena dikejar oleh aparat kepolisian di Malaysia

PADMA Indonesia Minta Gubernur Terpilih Prioritaskan TKI dan Human Traficking di 100 Hari Pertama
POS KUPANG/FELIKS JANGGU
Gabriel Goa, Direktur PADMA Indonesia

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM|LARANTUKA-- Gabriel Goa, Direktur Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia prihatin dengan tingginya kasus korban meninggal di antara tenaga kerja Indonesia (TKI) asal NTT di Malaysia.

Hingga 23 Juli 2018, kata Gabriel Goa sebanyak 58 jenasah TKI asal NTT dipulangkan ke kampung halamannya.

"Bertepatan dengan hari anak nasional kemarin, sebanyak 58 TKI asal NTT meninggal. Sebanyak 57 di antaranya TKI non prosedural," kata Gabriel Goa Selasa (24/7/2018).

Sebagian lain, kata Gabriel Goa terancam nyawa mereka dan lari bersembunyi di hutan-hutan karena dikejar oleh aparat kepolisian di Malaysia.

"Mengingat NTT masuk kategori darurat human traficking, penyelesaiannya juga harus tanggap darurat dan tepat sasaran lewat aksi nyata. Berhenti berwacana berkepanjangan,"kata Gabriel Goa.

Maraknya kasus-kasus berkaitan dengan TKI, kata Gabriel Goa menjadi pekerjaan serius bagi Gubernur NTT terpilih Victor Bungtilu Laiskodat.

"Lembaga Hukum dan Ham PADMA Indonesia (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia) meminta di 100 hari pertama pemerintahan Victor Laiskodat fokus selesaikan masalah TKI dan human traficking,"kata Gabriel Goa.

Ia juga meminta Presiden Jokowi mendesak Menaker, BNP2TKI, Menkumham dan segenap instansi terkait untuk segera merealisasikan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) dan Balai Latihan Kerja(BLK) profesional standar internasional di NTT.

Mendesak Presiden Jokowi dan Gubernur NTT segera menyelamatkan masa depan TKI Ilegal di Malaysia yang sudah ditangkap Pemerintah Malaysia dan masih bersembunyi di hutan-hutan di Malaysia.

"Stop Bajual Orang NTT!" Jika NTT masih NKRI maka Presiden Jokowi harus turun tangan selamatkan NTT karena NTT wilayah terdepan NKRI dengan Timor Leste, Australia dan New Zealand!," kata Gabriel Goa.(*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved