Berita Larantuka

Mau Tahu Bagaimana Polisi Bisa Ungkap Kasus Aborsi di Larantuka? Ini Kronologinya

Kepolisian Polres Flotim berhasil mengungkap dugaan tindakan aborsi yang dilakukan remaja asal Maumere di Kota Larantuka

Mau Tahu Bagaimana Polisi Bisa Ungkap Kasus Aborsi di Larantuka? Ini Kronologinya
ISTIMEWA
Kapolres Flotim: AKBP Arri Vaviriyantho 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Kepolisian Polres Flotim Minggu petang (22/7/2018) berhasil mengungkap dugaan tindakan aborsi yang dilakukan remaja asal Maumere di Kota Larantuka Sabtu malam (21/7/2018).

Dugaan tindak aborsi itu dibantu warga lain dengan melakukan penguburan terhadap jabang bayi di halaman belakang rumah warga di Kelurahan Weri Larantuka Flotim.

Bagaimana polisi bisa mengungkap kasus yang melibatkan terduga pelaku salah satu karyawati sebuah dealer motor di Kota Maumere ini?

Baca: PT Flobamor tak Lanjutkan Proyek Pembangunan Rumah di Kayu Putih, Ini Alasannya

Dugaan tindak kejahatan itu terungkap setelah warga mencurigai adanya penguburan bayi di lingkungan Weri Larantuka Sabtu (21/7/2018). Namun penguburah bayi itu dilakukan secara diam-diam.

Seorang warga yang mendengar informasi tak sengaja seorang anak telah menguburkan bayi di belakang rumah seorang warga, mengadukan langsung kepada Kapolres Flotim AKBP Arri Vaviriyantho Minggu (22/7/2018).

Kapolres Arri kemudian memerintahkan unit Pidum dan PPA Polres Flotim melidik dan mengecek di tempat kejadian perkara atau TKP malam itu juga.

Dari hasil lidik dan olah TKP, bahwa benar yang dikuburkan adalah bayi yg dilahirkan oleh seseorang remaja berinisal N dari Maumere.

Bayi itu diduga hasil hubungan gelap dan bayi tersebut dilahirkan di rumah seseorang yang bernama Talis dan dikuburkan di rumah seorang bernama tante Tela.

"Saat dilahirkan dibantu oleh dua orang yang mengaku bidan," cerita Kapolres Flotim AKBP Arri Vaviriyantho Selasa (24/7/2018).

Setelah memastikan terjadinya penguburan seorang bayi, kata Kapolres Arri, polisi langsung mengambil tindakan mengamankan TKP Kuburan.

Polisi kemudian membawa saksi bernama Tela dan anaknya, Talis beserta istrinya untuk diintegrasi.

Kata Kapolres Arri dua anggota intel begitu gesit mencegah Talis melarikan diri dengan berada di kedimannya di Weri. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help