Berita Manggarai Barat

Kronologi Penangkapan Komodo Liar oleh Warga Hingga Dua Ekor Kambing Disembelih Untuk Ritual Adat

Warga Bari di Kabupaten Manggarai Barat menangkap seekor komodo liar di pinggir pantai. Komodo liar tersebut memiliki bobot 40 kg.

Kronologi Penangkapan Komodo Liar oleh Warga Hingga Dua Ekor Kambing Disembelih Untuk Ritual Adat
ISTIMEWA
Warga Bari menangkap seekor Komodo yang ditemukan di wilayah tersebut, Sabtu 921/7/2018). 

POS-KUPANG.COM - Baru-baru ini warga Bari di Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) dihebohkan dengan penemukan komodo liar.

Komodo liar seberat 40 kg dan panjang 2 meter 32 centi ditemukan pada Sabtu (21/7/2018).

Komodo liar tersebut ternyata bukan berasal dari Taman Nasional Komodo (TNK).

Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) Budhy Kurniawan mengatakan komodo tersebut dipastikan berasal dari habitatnya di Pulau Flores.

Penangkapan komodo liar ini terjadi pada Sabtu (21/7/2018) sekitar pukul 10.00 Wita.

Kepala Desa Bari, Ali Ismail mengatakan, komodo liar tersebut ditemukan di pantai. Masyarakat pun akhirnya menangkap komodo liar tersebut kemudian memastikan jika komodo liar tersebut benar-benar komodo atau tidak. 

Komodo yang ditemukan warga di bari, macang pacar saat hendak dilepaskan sejumlah orang mengangkatnya dengan hati-hati.
Komodo yang ditemukan warga di bari, macang pacar saat hendak dilepaskan sejumlah orang mengangkatnya dengan hati-hati. (POS KUPANG/SERVAN MAMMILIANUS)

Keesokan harinya, Minggu (22/7/2018), petugas Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Dinas Pariwisata, Kepolisian, TNI, BKSDA, camat dan beberapa komponen terkait datang ke Bari. Setelah dipastikan ternyata hewan yang ditangkap di pinggir pantai itu adalah komodo, mereka bersama-sama melepaskan komodo liar tersebut sekitar pukul 11.30 Wita. 

Baca: Mau Tahu Negara Peserta Asian Games tahun 2018 di Indonesia? Ini Lho

Baca: Begini Langkah Ridwan Kamil Setelah Jadi Gubernur Jabar Terpilih

Lanjut Kepala Desa Bari, munculnya komodo liar di kawasan Bari telah terjadi dalam dua terakhir.

"Kadang-kadang kami lihat Komodo di pantai, kadang-kadang di gunung dekat pantai," kata Ali.

Gelar Ritual Adat

Halaman
12
Editor: Eflin Rote
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved