Berita Otomotif

Jangan Sepelekan Ban yang Sudah Gundul, Apa Bahayanya?

Ban merupakan bagian dari kendaraan yang dinilai vital dalam keselamatan berkendara.

Jangan Sepelekan Ban yang Sudah Gundul, Apa Bahayanya?
KOMPAS.COM/BRIDGESTONE INDONESIA
Pengujian Turanza T005A di proving ground pabrik Bridgestone, di Karawang, Sabtu (12/5/2018). 

POS-KUPANG.COM | BOGOR - Ban merupakan bagian dari kendaraan yang dinilai vital dalam keselamatan berkendara. Sebab bagian inilah yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan.

Karena itu, pengendara sebaiknya tidak menyepelekan kondisi ban. Bila kondisinya sudah aus, sebaiknya langsung diganti.

Baca: Kembali ke KPK, Novel Baswedan Mulai Bekerja 27 Juli

Dealer Skill Development Manager Honda Prospect Motor (HPM) Onsert Ophirio menyebut, salah satu cara mengukur tingkat keausan ban adalah dengan mengecek tapak. Ini adalah bagian menonjol yang hampir dipastikan ditemui di setiap ban untuk penggunaan harian.

Menurut Onsert, bila tapak ban sudah aus (gundul), ban tidak akan bisa mencengkeram permukaan aspal dalam kondisi hujan. Jika dibiaran, ada potensi mobil bisa tergelincir.

"Jadi agar ketika hujan mobil kita tidak berjalan di atas air, airnya perlu dialiarkan ke luar melalui tapaknya ini. Supaya ban tetap bisa mencengkeram dengan baik," kata Onsert saat acara Honda Safety Driving Clinic di kawasan Sirkuit Sentul, Bogor, Minggu (15/7/2018).

Menurut Onsert, bila diperhatikan secara detail, setiap permukaan ban punya indikator yang bentuknya menyerupai polisi tidur. Indikatornya inilah yang sebaiknya digunakan pemilik kendaraan sebagai acuan pergantian ban.

"Kalau tapaknya sudah menyentuh indikator, ban sudah harus diganti. Jadi jangan tunggu sampai benar-benar habis," ujar Onsert.

Sementara itu, Department Manager Training and Product Evaluation PT Bridgestone Indonesia, Deni Arief Pribadi menyebut ketinggian tapak ideal pada ban adalah di atas 1,6 mm.

Cara mengukurnya harus menggunakan alat khusus. Bila ukurannya sama atau kurang dari 1,6 mm, Deni menyarankan agar ban segera diganti.

Hal yang tak kalah penting, Deni juga menyarankan pemilik kendaraan juga rajin membersihkan tapak dari benda-benda yang menempel, contohnya batu kerikil, paku, besi dan sebagainya. Sebab keberadaan benda-benda tersebut berpotensi merusak ban. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved