Berita Perubahan Iklim

Hasil Penelitian! Perubahan Iklim Meningkatkan Kasus Bunuh Diri Secara Drastis

Tidak ada yang menyangka, perubahan iklim memicu depresi dan menambah daftar panjang kasus bunuh diri.

Hasil Penelitian! Perubahan Iklim Meningkatkan Kasus Bunuh Diri Secara Drastis
net
Bunuh diri 

POS-KUPANG.COM - Tidak ada yang menyangka, perubahan iklim memicu depresi dan menambah daftar panjang kasus bunuh diri.

Kita tahu, perubahan iklim dapat meningkatkan penyebaran berbagai penyakit. Namun, belum ada yang mengaitkan gangguan kesehatan mental dengan perubahan iklim.

Kini, studi terbaru menegaskan adanya kaitan antara perubahan iklim dengan peningkatan depresi.

Baca: Prabowo dan SBY Bertemu Bahas Cawapres, Sama-sama Pakai Batik Warna Coklat

Menariknya, studi ini menyebut perubahan iklim bertanggung jawab atas ribuan kasus bunuh diri tambahan yang kemungkinan bakal terjadi dalam beberapa dekade mendatang.

"Kami telah mempelajari dampak pemanasan global terhadap konflik dan kekerasan selama bertahun-tahun. Kami menemukan, manusia lebih sering bertengkar saat cuaca panas,” kata Profesor Solomon Hsiang, dari University of California, Berkeley, dilansir The Independent, Senin (23/7/2018).

"Tampaknya pikiran manusia sangat mudah terpengaruh karena panas dan membuat kita berperilaku buruk," imbuh Hsiang.

Baca: Inilah Top 20 K-Pop Musik Video dengan Jumlah Penonton Paling Banyak di Youtube, BTS Nomor Satu!

Dalam penelitian yang terbit di jurnal Nature Climate Change, Hsiang dan timnya memetakan riwayat suhu bumi dengan data bunuh diri di wilayah Amerika Serikat dan Meksiko selama beberapa dekade.

Mereka menemukan, peningkatan satu derajat Celsius setiap bulan berbanding lurus dengan meningkatnya bunuh diri sebesar 0,7 persen di Amerika Serikat dan 2,1 persen di Meksiko.

Dengan contoh ini, tim kemudian menggunakan data dari climate models untuk menghitung dampak pemanasan global pada kesehatan mental di masa depan.

Mereka memprediksi pada 2050 bunuh diri akan meningkat 1,4 persen di Amerika Serikat dan 2,3 persen di Meksiko.

Halaman
12
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved