Berita Kabupaten Malaka

Bila Ibu Melahirkan dan Meninggal di Rumah, Pidanakan Suaminya !

Bila seorang ibu melahirkan di rumah dan meninggal dunia maka suaminya patut diproses secara pidana.

Bila Ibu Melahirkan dan Meninggal di Rumah, Pidanakan Suaminya !
Pos Kupang/Dion Kota
Bupati Malaka, dr.Stef Bria Seran 

Laporan Reporter POS KUPANG.C0M, Paul K.Burin

POS-KUPANG.COM|BETUN--Bupati Malaka, Stef Bria Seran menegaskan, bila seorang ibu melahirkan di rumah dan meninggal dunia maka suaminya patut diproses secara pidana.

"Suaminya dianggap lalai atau dengan sengaja membiarkan istrinya meninggal dunia. Catat itu Pak Kapolsek untuk menindak para suami yang masa bodoh atau tak mengantar istrinya ke Puskesmas atau rumah sakit untuk melahirkan," tegas Bupati Stef ketika melaunching Revolusi KIA di Betun, Selasa (24/7/2018).

Revolusi KIA di Malaka dilakukan dalam bentuk 2H2 atau sebelum dua hari dan setelah dua hari melahirkan butuh penanganan yang serius dari semua stakeholder di Malaka.

Menurut Bupati Stef, peringatan yang disampaikannya itu semata untuk menekan angka kematian ibu yang melahirkan juga anak. Dan, warning ini semata untuk mempertajam rasa kemanusiaan.

Caranya, yakni para suami, istri serta keluarga wajib menyampaikan informasi kepada petugas 2H2 center yang selalu siaga. Sampaikan dua hari sebelum jadwal istri melahirkan untuk dijemput dengan mobil, melahirkan dan diantar pulang dengan gratis. Semuanya free. Petugas hanya membutuhkan informasi saja.

Dengan demikian kata dia, angka kematian ibu dan anak dapat ditekan. Ia juga men-share pengalaman ketika program Revolusi KIA dilakukan di Provinsi NTT.

Ketika itu tahun 2009, ia sebagai Kadis Kesehatan ProviNSI NTT. Apa yang terjadi? Bupati Stef mengatakan, angka kematian turun drastis. Meski tanpa menyebut angka, dokter Stef mengatakan wajah NTT dapat terangkat di mata pemerintah pusat.

Pada kesempatan itu ia mengecek sampai saat ini sudah berapa ibu yang meninggal karena persalinan di rumah sendiri? "Sudah empat orang Pa Bupati," kata seorang petugas kesehatan.

Ia pun merespon dengan mengatakan bahwa empat orang yang meninggal itu jangan dilihat kecil. Tapi , ini
menyangkut nyawa orang.

Ia juga meminta para kepala desa dan camat untuk mengecek ibu-ibu hamil di desa dan melakukan koordinasi dengan tim 2H2 center.

Jika di desa itu masih terjadi kasus ini kata dia, maka hukumannya masyarakat jangan memilihnya menjadi Kades lagi. Atau secara moril ia dianggap tak layak lagi memimpin. Selain itu, penilaian yang sana ditujukan bagi para camat.

Supaya sang ibu tak mengalami kesulitan saat melahirkan kata dia, pada bulan pertama kehamilan silakan memeriksakan kesehatan janin ke Puskesmas sampai bulan ketiga dan seterusnya.

Tujuannya untuk memantau perkembangan kehamilan iti. Jika ada persoalan maka petugas medis bisa mengantisipasinya. (*)

Penulis: Paul Burin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help