Berita Lembata

Berkas Perkara Dugaan Pembunuhan Oknum di Lapas Sudah P21

Berkas perkara kasus pembunuhan Pati Leu oleh sejumlah oknum petugas Lapas Kelas III Lembata lengkap (P21). Saat ini jaksa menunggu pelimpahan

Berkas Perkara Dugaan Pembunuhan Oknum di Lapas Sudah P21
pos kupang.com, frans krowin
Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Lembata, Amar Denny Hari, S.H 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Berkas perkara kasus pembunuhan Pati Leu oleh sejumlah oknum petugas Lapas Kelas III Lembata, sudah dinyatakan lengkap (P21). Saat ini jaksa sedang menunggu pelimpahan berkas dan tersangka dari penyidik Polres Lembata.

"Berkas perkara kasus itu sudah lengkap. Sekarang kami sedang menunggu penyerahan berkas perkara dan para tersangka pelaku," ujar Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Lembata, Amar Denny Hari, S.H, ketika ditemui Pos Kupang.Com di ruang kerjanya, Selasa (24/7/2018) pagi.

Denny dihubungi terkait perkembangan penanganam hukum kasus dugaan pembunuhan Pati Leu oleh beberapa oknum petugas Lapas Kelas III Lembata pada Rabu, 20 Desember 2017 silam. Pati Leu merupakan terpidana kasus pencurian sepeda motor yang saat itu sedang menjalani masa hukuman di lapas tersebut.

Dalam masa kurungan itu, suatu hari tepatnya Jumat (15/12/2017) Pati Leu melarikan diri dari lapas, setelah sebelumnya ia berpura-pura mengambil air di kali Waikomo, persis di pinggir lapas. Lantaran tak satu pun petugas mengawasinya, Pati Leu pun melarikan diri. Ia lari menuju rumah calon istrinya di Desa Penikenek, Kecamatan Nagawutun.

Setelah melarikan diri, petugas Lapas Lembata kemudian melakukan pencarian. Sehari setelah melarikan diri, yakni Sabtu (16/12/2017), petugas lapas mulai menyebar foto ke seluruh tempat di Lewoleba dan sekitarnya. Mereka juga berkoordinasi dengan polisi, para kepala desa, sopir, tukang ojek dan lainnya, untuk membantu mencari korban.

Upaya itu rupanya berbuah nyata. Pada Senin (18/12/2017) tersiar kabar bahwa Pati Leu sedang berada di rumah calon istrinya di Penikenek, Nagawutun. Atas informasi tersebut, petugas lapas lantas berkoordinasi dengan pemerintah desa dan polisi untuk mengamankan pelaku.

Pagi itu, Pati Leu diantar oleh kepala desa Penikenek ke Polsek Nagawutun di Loang. Di polsek itu, Pati Leu menunggu petugas Lapas untuk menjemputnya agar dibawa pulang ke penjara. Pati Leu baru dijemput sore hari lantas dibawa pulang ke Lapas Lembata.

Setelah dibawa ke Lapas Senin (18/12/2017) sore, Pati Leu kembali dijebloskan ke salah satu ruang isolasi di dalam lapas tersebut. Pada Selasa (19/12/2017) Pati Leu masih terlihat di dalam ruang penjara. Namun pada Rabu (20/12/2017) sekitar pukul 05.00 dini hari, Pati Leu ditemukan telah tewas di lantai kamar mandi dengan tubuh bersimbah darah.

Saat itu belum diketahui siapa oknum yang diduga menghabisi korban. Namun setelah ditelusuri, polisi akhirnya menemukan oknum pelaku yang ternyata para petugas Lapas Kelas III Lembata yang kini menjadi tersangka kasus itu. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help