Berita Maumere

Kajari Maumere Prihatin Kasus Percabulan Anak Makin Tinggi

Kajari Maumere prihatin kasus tindak pidana percabulan anak di bawah umur dan kekerasan anak dan perempuan yang tinggi.

Kajari Maumere Prihatin Kasus Percabulan Anak Makin Tinggi
POS-KUPANG.COM/ EGINIUS MO'A
Kajari Maumere, Azman Tanjung, S.H 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Perayaan Hari Bhakti Adyaksa (HBA) RI ke-58 menjadi kesempatan evaluasi dan refleksi pelaksanaan tugas pembinaan dan penegak hukum di Kejaksaan Negri (Kejari) Maumere di Pulau Flores.

Kasus tindak pidana percabulan anak di bawah umur dan kekerasan anak dan perempuan yang tinggi memrihatinkan Kejari Maumere.

Baca: Laurensius Sebut Tambak Ikan Bandeng Bisa Hasilkan Uang

"Tahun 2018 dari sekitar 87 perkara dan SPDP dikirim dari Polres Sikka kepada Kejari Maumere, ada 15 perkara kasus kekerasan dan perbuatan cabul menimpa anak dibawah umur," ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Maumere, Azman Tanjung, S.H, dalam perayaan HBA di Kantor Kejari Maumere, Senin (23/7/2018).

Azman mengatakan, kasus percabulan terjadi di saat kita menyiapkan generasi emas Indonesia harus menjadi perhatian dan keprihatinan bersama. Pemerintah, masyarakat, tokoh agama,lembaga peduli perlindungan anak dan seluruh masyarakat memahami perlindungan kepada anak.

Pada penyidikan tindak pidana khusus, kata Azman, penyidik sedang menyelesaikan pengusutan, penyidikan perkara tindak pidana korupsi pada berbagai kegiatan yang menimbulkan kerugian negara.

Ia menyebutkan perkara pidana korupsi yang telah diputus Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang tahun 2018 yakni dua kasus penyalahgunaan dana Desa Runut, Kecamatan Waigete. Dua berkas kasus proyek pembangunan rumah pengungsi Palue di Pulau Besar serta penyalahaan dana Anggur Merah.

"Tahun ini Kejari Maumere sedang melaksanakan pengusutan, penyelidikan dugaan penyelewengan ADD. Kami harapkan dukungan semua elemen masyarakat," ujar Azman.

Perayaan HBA dilakukan sederhana dihadiri Penjabat Bupati Sikka, Drs. Flori Mekeng, pimpinan Forkompimda dan para kepala OPD di Sikka. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved