Berita TTS

Dikenakan Status Tersangka Kepala Puskesmas Nunkolo Angkat Bicara

Kepala Puskesmas Nunkolo, Alvian Kase resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pengeroyokan dengan korban Markus Misa

Dikenakan Status Tersangka Kepala Puskesmas Nunkolo Angkat Bicara
pos kupang.com, dion kota
Kapus Nunkolo, Alvian Kase sedang memberikan keterangan kepada awak media 

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE – Kepala Puskesmas  Nunkolo, Alvian Kase resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pengeroyokan dengan korban Markus Misa. Alvian dituding menjadi salah satu pelaku pengeroyokan yang menyebabkan wajah Markus babak belur.

Kapolres TTS, AKBP Totok Mulyanto, DS yang dikonfirmasi pos kupang melalui Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, SH. MH membenarkan penetapan status tersangka kepada Kapus Nunkolo, Alvian. Jamari mengatakan, penetapan status tersangka terhadap Alvian usai penyidik mengantongi dua alat bukti.

" Dari hasil pemeriksaan saksi dan hasil visum menunjukan jika tersangka ikut melakukan penganiayaan kepada korban,"ungkap Jamari.

Ketika disinggung apakah akan ada penambahan tersangka dalam kasus tersebut, Jamari mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman. Tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka dalam kasus tersebut.

" Kita masih mendalami kasus tersebut, tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka dalam kasus tersebut," ujarnya.

Terpisah, Kapus Nunkolo, Alvian Kase mengaku bingung atas penetapan status tersangka yang diberikan penyidik. Pasalnya, dirinya merasa tidak pernah memukul korban. Dirinya membenarkan terjadi penganiayaan kepada korban, tetapi bukan dirinya yang melakukan penganiayaan.

" Benar, kalau korban dianiaya di Puskesmas Nunkolo, tetapi bukan saya memukul korban. Tetapi kenapa saya yang kenakan status tersangka," ujar Alvian dengan nada bingung.

Diceritakan Alvian, Kasus penganiayaan yang terjadi pada Jumat (29/6/2018) pagi itu, bemula dari korban yang dalam keadaan mabok datang bersama istrinya, Antonia Nomlene ke Puskesmas Nunkolo untuk memeriksakan kandungan Antonia.

Saat tiba di puskesmas, loket pelayanan saat itu sudah tutup. Tetapi, petugas yang menerima korban dan istrinya meminta untuk bersabar. Karena dijanjikan akan tetap mendapatkan pelayanan usai petugas melayani pasien yang sudah mendaftar di loket sejak pagi.

Halaman
123
Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved