Berita Manggarai Timur

Agas Andreas Janji akan Benahi Semua di Pemkab Manggarai Timur, Apa Saja?

Wabup Manggarai Timur, Agas Andreas, S.H, M.H berjanji akan membenahi banyak hal soal tata pelayanan pemerintahan di Matim kepada masyarakat.

Agas Andreas Janji akan Benahi Semua di Pemkab Manggarai Timur, Apa Saja?
POS-KUPANG.COM/ARIS NINU
Paket Aset 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM | BORONG - Wabup Manggarai Timur (Matim), Agas Andreas, S.H, M.H berjanji akan membenahi banyak hal soal tata pelayanan pemerintahan di Matim kepada masyarakat.

Pembenahan mulai soal kebutuhan dasar masyarakat seperti jalan, air dan listrik serta SDM di Matim akan dilihat kembali.

Baca: Ini Kuota Penerimaan Mahasiswa Baru Reguler Politeknik Negeri Kupang

"Namanya pembangunan pasti berkelanjutan. Yang baik kita lanjutkan dan yang kurang baik kita modifikasi menjadi baik lagi. Kalau kita omong infrastruktur maka sekarang ini perlu ada perda yang mengatur jalan kabupaten dan jalan desa. Kalau sudah ada perda maka jalan kabupaten bisa diintervensi melalui APBD II dan jalan desa bisa diintervensi menggunakan dana desa dan APBD II. Semua harus dimulai dari perencanaan yang baik. Maka itu perlu ada perencanaan perbaikkan jalan lima tahun ke depan. Saya rencanakan setiap tahun 10 Km lapen di sembilan kecamatan. Bukan saja itu hotmix 50 Km. Dengan begitu lima tahun fokus kita soal jalan bisa tuntas. Saya akan lakukan perencanan jalan secara baik sehingga kita kita jual ke pusat sudah ada data yang jelas," kata Wabup Agas yang ditemui POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Senin (23/7/2018) pagi.

Wabup Agas mengatakan, persoalan jalan di Matim akan diperhatikan secara serius manakala perencanaan pekerjaan dilakukan secara baik.

Mengenai persoalan lain, Wabup Agas, juga berjanji membenahi guru bosda di Matim dan THL.

"Guru bosda akan dilihat kembali. Guru selama diangkat kepala sekolah lalu diusulkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Matim guna mendapatkan bosda. Ke depan guru bosda harus diseleksi secara terbuka sesuai komputensi sehingga tidak terkesan main angkat lalu diberhentikan di tengah jalan. Untuk guru bosda saya sudah ijin kepad Pak Bupati Matim agar ada pertemuan dengan dinas teknis. Soal THL perlu harus diangkat sesuai komputensi. Semua harus dilakukan testing terbuka dan dilakukan oleh Tim Pakar bukan oleh pemerintah atau kita sebagai pemerintah," ujar Agas.

Wabup Agas mengatakan, pembenahan yang dilakukan dirinya semua bertujuan agar mengikuti mekanise yang berlaku.

"THL yang diangkat harus ada SK jelas. Harus ada kepastian soal THL kapan pensiun sehingga THL ada kepastian. Kebutuhan THL harus disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya saya butuh di Inspektorat ada tenaga teknik maka harus dilakukan seleksi secara terbuka. Dinas PU pun sama perlu ada tenaga teknik yang membantu tugas di dinas tersebut. Semuanya harus transparan dan terbuka agar sesuai mekanisme," kata Agas. (*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help