Berita Lifestyle

Waow! Lince Dekor Raup Jutaan Rupiah dari Dekor Pernikahan

"Sekali dekor kadang dapat Rp 1 juta sampai Rp 2,5 juta kalau hanya dekorasi bahkan ada yang bayar Rp 500 ribu.

Waow! Lince Dekor Raup Jutaan Rupiah dari Dekor Pernikahan
ISTIMEWA

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Mendekorasi tempat acara pernikahan menekankan unsur estetika (seni) sehingga butuh dekorator yang kreatif. Pemilik Lince Dekor, Yulince Yulita Dimu mengatakan, kemampuannya merupakan hasil belajar otodidak. Ia tidak pernah mengikuti kursus ataupun pelatihan khusus.

"Untuk usaha ini semuanya tergantung niat. Awalnya saya tidak berpikir dapat memiliki usaha salon dan dekorasi tapi karena ada kemauan dan tekad akhirnya saya bisa. Selain itu pekerjaannya simpel saja," ujar Lince sembari tersenyum, saat ditemui di kediamannya di Desa Mata Air, Kabupaten Kupang, Senin (25/6/2018) lalu.

Ia menuturkan, usahanya dirintis sejak tahun 2012. Awalnya, Lince mendapat dukungan dari rekan-rekannya. "Awalnya saya bekerja mendekorasi orang mati, setelah itu perlahan usaha dekorasi pernikahan, bahan-bahan dekorasi pun disumbangkan teman-teman. Untuk sekarang usaha saya sudah menyediakan jasa penyewaan pengeras suara atau soundsystem," jelasnya.

Lince mengatakan, selain warga Kabupaten Kupang, usaha dekorasinya melayani permintaan sejumlah warga Kota Kupang. "Untuk musim ramai itu dari bulan April sampai Oktober setiap tahunnya," tambahnya.

Menurutnya, pelanggan dapat meminta satu paket jasa pernikahan mulai dari penyewaan baju pengantin, salon, dekorasi kamar pengantin, dekorasi pelaminan. Pelanggan juga dapat memesan jasa dekorasi pelaminan tersendiri sesuai keinginan dan kecukupan anggaran yang dimiliki. "Sekali dekor kadang dapat Rp 1 juta sampai Rp 2,5 juta kalau hanya dekorasi bahkan ada yang bayar Rp 500 ribu. Jadi saya tidak menuntut karena tergantung kemampuan pelanggan," katanya.

Untuk pemilihan warna, Lince mengatakan, tergantung dari pilihan pelanggan. Ia menyiapkan foto-foto desain sebelumnya untuk memudahkan pelanggan memilih desain yang disukai. Akan tetapi, Lince mengungkapkan, dari pengalamannya, kebanyakan para pelanggan meminta desain dekorasinya lebih dari satu warna.

Jumlah pernikahan di Kota Kupang yang terus meningkat, dijadikan momen oleh para pelaku usaha dekorasi untuk semakin menaikkan jumlah omset. Seperti dilakukan pemilik usaha dekorasi dan bucket bunga Fle Florist, Dewi Nalley.

Ia mengaku sebelum memasuki bulan Ramadan lalu dirinya memang sudah memiliki banyak job. Namun dengan meningkatnya jumlah pernikahan pada bulan ini, maka jumlah permintaan dekorasi maupun bucket bunga yang diterimanya Fle Florist yang beralamat di Jalan Bundara PU, Tuak Daun Merah, Oebobo ini, juga kian meningkat.

"Bulan Juni ini saja kami sudah layani sekitar 15 acara," tambah Dewi saat ditemui di tempat usahanya, Rabu (20/6/2018).

Untuk bulan Juli sampai Oktober sudah ada pelanggan yang memasan di tempatnya. Untuk harga, diakuinya, juga bervariatif dan tidak 'menjebol kantong' konsumen dengan mematok harga yang sangat tinggi. "Untuk bucket wisuda, dimulai dar Rp 150 ribu dan pengantin dimulai dari harga Rp 450 ribu. Variasi harga tergantung kompleksivitas pengerjaannya dan banyaknya bunga yang digunakan serta jenis bunga," tambahnya.

Terkait omset setiap bulan, diakuinya cukup besar. "Rata-rata bisa mencapai 35 juta bahkan lebih," jelas wanita asal Jakarta ini.

Diakuinya, omset pada akhir bulan ini pasti akan terus meningkat, dikarenakan pemesanan yang juga meningkat. Ia juga menceritakan awal mula ia memulai usahanya tersebut. "Awalnya, saya lihat di sini, kebanyakan orang dekorasi menggunakan bunga artificial atau bunga buatan," kisah Dewi

Dari pengalam tersebut, munculah ide untuk membuat dekorasi menggunakan bunga segar. "Ide ini sudah muncul tiga tahun lalu, namun karena kesibukan saya akhirnya ide ini tidak bisa direalisasikan. Hingga akhirnya Juli tahun lalu baru bisa direalisasikan," ungkap pemilik usaha Fle Florist ini.

Usaha yang awalnya dari coba-coba ini, ditambahnya, semakin diminati masyarakat Kota Kupang. "Awalnya dari coba-coba, tapi semakin hari, minta warga kota Kupang semakin meningkat. Mereka mungkin mulai berpikir untuk menggunakan bunga fresh juga, jadi mereka langsung pesan ke sini," ungkapnya.

Untuk diketahui, bahan-bahan dekorasi beserta bunga yang ia jual, semuanya dikirim langsung dari Jakarta. Nain Jalle mengaku, dapat menyekolahkan tiga orang pekerjannya dan membangun rumahnya sendiri melalui usahanya sebagai penyedia jasa dekorasi. Tak hanya itu, dari usaha yang dirintisnya sejak 2010, ia mampu membangun sebuah rumah.

Menurutnya, jasa dekorasi yang diberi nama Intan Gallery ini membawa keuntungan yang cukup besar. Setiap bulannya, ia mengaku bisa meraup omset hingga puluhan juta rupiah.

"Pekerjaan ini adalah karunia buat saya. Orang lain yang menggeluti usaha seperti ini, biasanya harus bersekolah terlebih dahulu, tapi saya tidak. Hanya menggandalkan pengalaman," ungkap Nain.

Walaupun terkenal sebagai jasa dekorasi yang murah, ia tak pernah main-main dalam soal kualitas. Semua hal tentang penataan dan kombinasi warna yang baik selalu ia praktekkan.

"Kombinasi warna itu sangat penting. Jika salah dalam memilih warna itu sangat berpengaruh sekali pada suasana acara. Contohnya warna hijau dipadu sama warna putih pasti kelihatan segar," kata Nain. (*)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved