Berita Lifestyle

Tinggalkan Konsep Princes, Orang Kupang Suka Pernikahan Bertema Rustic

Salah satu konsep dekorasi yang mulai diminati adalah bertema rustic. Meski sederhana, dekorasi ini memberikan kesan hangat, romantis dan elegan.

Tinggalkan Konsep Princes, Orang Kupang Suka Pernikahan Bertema Rustic
ISTIMEWA

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Apolonia Matilde Dhiu

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Bulan April sampai September setiap tahun identik dengan musim pernikahan. Banyak pasangan yang melangsungkan pernikahan selama waktu itu. Agar lebih berkesan, pernikahan berkonsep tertentu sehingga menghadirkan suasana meriah dan mewah.

Di Kota Kupang banyak pasangan pengantin yang melaksanakan pernikahan di gedung dengan konsep indoor maupun pesta kebun atau outdoor. Dekorasi menjadi faktor penting dalam penerapan dua konsep perhelatan pernikahan.

Salah satu konsep dekorasi yang mulai diminati adalah bertema rustic. Meski sederhana, dekorasi pernikahan bertema rustic memberikan kesan hangat, romantis dan elegan. Tema rustic menjadi tren. Diprediksi menjadi dekorasi wedding outdoor yang populer hingga tahun depan.

Dekorasi pernikahan dengan tema rustic ini sudah diterapkan di Kota Kupang.
De Florist Decoration Kupang, salah satu Event Organzer (EO) pernikahan mulai menerapkannya.

Pemilik EO De Florist Decoration Kupang, Yeni Raja Kana menjelaskan rustic adalah konsep sederhana, menggunakan bahan alam, didominasi unsur kayu. "Kayu-kayu afker atau yang sudah tidak dipakai lagi seperti peti keler, bisa dibuat menjadi dekor yang elegan," ujar Yeni saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Senin (2/7/2018).

Menurut Yeni, selama ini kebanyakan dekorasi pernikahan bertema princess. Konsep princess menekankan unsur bunga. Semakin banyak bunga yang berwarna-warni, dianggap semakin oke dan jreng. Namun, sekarang sudah bergeser. Saat ini warga Kota Kupang sudah mengarah ke tema rustic. Tema rustic mulai tren tahun 2017, dimulai dari luar negeri dimana mereka lebih suka yang alamiah, sederhana, tetapi tetap elegan.

Kemudian diadopsi oleh beberapa orang artis termasuk Andin. Dan, dalam tahun 2018 sudah diterapkan di Kota Kupang. Kebanyakan orang menyukai tema rustic karena natural klasik dengan menggunakan bunga yang tidak norak, seperti putih, biru muda, pich, dan merah tua.

Yeni mengatakan, untuk backdrop atau latar belakang dengan bunga berjuntai biasanya masih menggunakan bunga artifisial untuk memberi kesan cerah karena waktunya lama. Tetapi, lanjut Yeni, bunga yang bersentuhan langsung dengan para undangan sudah gunakan bunga segar, tetapi tetap konsep rustic seperti bunga mawar, bebybret yang mencirikan rustic dengan aksesoris seperti goni, kain goni, karung goni, tali goni dengan kursi-kursi atau meja dari kayu keler atau kayu besar yang sudah kering.

Bungsa segar dengan konsep rustic ditempatkan untuk meja VIP, mini garden di seputaran panggung utama dan dinding. Menurutnya, tema rustic cocok untuk pesta pernikahan di luar gedung, yakni pesta kebun atau alam.

"Di Kota Kupang yang sudah pernah menggunakan konsep rustic di Hotel Aston, untuk pasangan pengantin Raegen Latif dan Ratih Ballo. Di Suba Suka untuk pasangan pengantin Zainab Munawir Kasaah dan Idham Khalik M," beber Yeni.

Ia mengungkapkan, masih ada tiga pasangan pengantin lagi yang akan melangsungkan pernikahan dengan konsep rustic.

"Beberapa wedding yang ditangani harus dibicarakan dulu keinginan dari pengantin. Saya mewujudkan impian pengantin. Memang ada juga yang masih mau konsep princes tetapi kebanyakan anak muda sekarang lebih suka rustic," ujar Yeni.

"Kalau disepakati pengantin, saya kemukakan ide-ide saya mau dekornya seperti ini, diskusi konsep, foto boot seperti apa, panggung, bunga jalan seperti apa. Saya yang mewujudkan idenya kalau mempelai mau tambahakn ini dan itu atau kurangi ini dan itu, terserah tetapi saya harus punya konsep dulu sehingga bisa ditawarkan. Intinya harus tahu dulu, disesuaikan dengan gaun. Misalnya gaunya biru dan gold, saya dekor menyesuaikan dekor seperti apa," katanya.

Untuk biaya, katanya, karena yang dikerjakan selalu dengan ide-ide yang baru, sehingga harga disesuaikan dengan kerumitan pengerjaan dekorasi. Pengusaha dekorasi lainnya,
Kain Jela, mengaku 'musim nikah' selama bulan Juni dan Juli menambah pundi-pundinya. Ia justru kewalahan karena banyaknya pesanan. Walaupun begitu dirinya senang mendapat banyak pelanggan. Bulan Juni lalu, ia sudah melayani dekorasi di empat acara.

"Yang sudah selesai di dekorasi ada empat acara. Tapi beberapa bulan ke depan, saya juga sudah ada pesanan. Ada tiga acara yang akan memakai jasa kami dalam beberapa bulan ke depan," jelas Kain Jela saat ditemui Jumat (22/6/2018)

Terkait harga, para pelanggan tak perlu merogoh kocek terlalu besar. Usaha yang diberi nama Intan Gellery ini, hanya mematok harga sebesar Rp 8 juta.

Menurutnya, harga tersebut tidak terlalu besar jika dibandingkan kualitas dekorasi yang ditawarkannya. "Delapan juta sudah termasuk sangat murah karena dekorasi pelaminan juga menggunakan panggung. Dan pemilihan warna, itu sesuai dengan kemauan pelanggan," imbuhnya.

Tak hanya dekorasi panggung, harga yang sudah dipatok tersebut sudah termasuk dekorasi kamar pengantin dan gereja. "Itu sudah termasuk pakaian pengantin pria dan wanita serta tata rias. Kami juga sediakan kue pengantin dan bonus kue tamu berjumlah 200 potong serta peralatan makan lainnya," jelas salah satu pegawai di KPU NTT ini. Khusus untuk gaun pengantin bisa mengganti hingga tiga jenis busana.

Selain di Kota Kupang, jasa dekorasi miliknya juga sudah melayani permintaan yang datang dari Pulau Semau, SoE (Timor Tengah Selatan), Kefamenanu (Timor Tengah Utara) dan Atambua (Belu). Ia berprinsip kepuasan pelanggan adalah hal yang utama dan tidak sekedar mengejar keuntungan semata.

Frengki Haning, warga RT 02 RW 1 Kelurahan Oesapa, mengatakan, dirinya lebih memilih dekorasi pernikahan karena tidak ingin direpotkan dengan urusan dekorasi yang baginya cukup rumit dan membutuhkan waktu serta ketelitian. "Supaya urus yang lain juga, kami juga tidak ada bahan untuk dekorasi. Kalau minta orang yang dekorasi kan lebih praktis," ungkap Frengky.

Frengky yang beberapa hari lalu melangsungkan ibadah pernikahan di Kabupaten Rote Ndao memilih melakukan resepsi pernikahan di kediamannya dan menggunakan jasa dekorasi. Untuk pemilihan warna dekorasi, ia mempercayakan kepada pihak yang melakukan dekorasi. "Yang buat dekorasi sudah sering dekorasi untuk resepsi pernikahan dan hasilnya bagus," ujarnya. (*)

Penulis: Apolonia Matilde
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help