Berita Pendidikan Ngada

Mantap! PDB SMAN 2 Bajawa Dibekali Ilmu Jurnalistik

Para siswa diperkenalkan dengan berbagai ilmu jurnalistik sejak dini dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Mantap! PDB SMAN 2 Bajawa Dibekali Ilmu Jurnalistik
ISTIMEWA

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordy Donovan

POS-KUPANG.COM, BAJAWA - Para Peserta Didik Baru (PDB) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Bajawa, Kabupaten Ngada dibekali dengan ilmu jurnalistik.

Para siswa diperkenalkan dengan berbagai ilmu jurnalistik sejak dini dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Kegiatan MPLS di sekolah yang baru tiga tahun menerima siswa itu berlangsung sejak Senin (16/7/2018) hingga Jumat (20/7/ 2018). Kegiatan MPLS bertujuan untuk menunjang pengetahuan siswa-siswi baru.

Kepala SMAN 2 Bajawa, Johanes Emilianus Rade Bhoki, S.Pd, kepada Pos Kupang, Jumat (20/7/2018), mengatakan SMA Negeri 2 Bajawa sangat terobsesi untuk memperkenalkan ilmu jurnalistik sejak dini kepada siswa.

Sehingga, kata Johanes, pihak sekolah bekerja sama dengan Rumah Literasi Cermat (RLC) Kabupaten Ngada untuk memberikan materi jurnalistik kepada siswa-siswi peserta didik baru yang berjumlah 80 orang.

Baca: Djemi Lassa, ST : Mimpi Anak NTT Jadi Wirausahawan

Johanes mengatakan, mulai tahun 2018 kerja sama dilanjutkan dengan pelatihan jurnalistik sekaligus menjadi awal dibukannya kegiatan ekstrakurikuler (eskul) jurnalistik di sekolah tersebut.

Selain jurnalistik, katanya, ada kegiata lain yaitu kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD), agar siswa-siswi belajar banyak hal. Tidak saja soal mata pelajaran dalam kelas tapi ada ilmu lain yang diperoleh saat ekstrakulikuler.

Dia mengatakan, dalam rangka memperkenalkan ilmu jurnalistik kepada peserta didik baru dihadirkan Pemimpin Redaksi salah satu media yang juga tuan Rumah Literasi Cermat (RLC) yaitu Emanuel Djomba.

Emanuel Djomba, pada kesempatan tersebut lebih banyak memberikan sharing pengalaman tentang menulis dan memperkenalkan dasar-dasar jurnalistik kepada para siswa.

Selain memperkenalkan dasar-dasar jurnalistik, Djomba juga menekankan pentingnya ilmu jurnalistik di sekolah yang ditandai dengan aktivitas mading dan penerbitan majalah sekolah yang didukung melalui kegiatan eskul.

Baca: Tinggalkan Konsep Princes, Orang Kupang Suka Pernikahan Bertema Rustic

Djomba mengatakan dengan bermedia banyak manfaatnya bagi siswa, seperti mengembangkan bakat menulis siswa, wahana bagi siswa menyalur aspirasi melalui tulisan, sebagai media komunikasi dalam komunitas sekolah, mengembangkan kepekaan siswa pada berbagai masalah di lingkungannya, tempat siswa belajar berorganisasi dan berdemokrasi secara bermartabat, serta media promosi sekolah.

Siswa juga diperkenalkan aktivitas jurnalistik di era digital yang semakin melibatkan banyak orang dari berbagai profesi atau semua orang.

Maka muncul istilah citizen journalisme, yakni orang-orang yang ikut menyebarkan informasi secara mandiri.

Semua orang bisa memproduksi dan menyebarluaskan informasi dengan mudah melalui jejaring media sosial.

Pegiatnya lebih banyak anak-anak muda, termasuk pelajar. Itu sebabnya para siswa perlu memahami proses jurnalistik sejak dini, dan mereka harus paham standar memproduksi berita yang baik yang layak dipublikasikan. "Jadi ketika siswa belajar ilmu jurnalistik, mereka tahu bagaimana menyaring dan memilah informasi-informasi yang diterima. Dapat menguji apakah informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan atau hanya sekadar berita bohong atau Hoax," papar Eman Djomba.

Eman Djomba juga mengajak siswa-siswi untuk rajin membaca. Karena agak sulit bagi seseorang memulai menulis tanpa membaca.

Bacalah buku ataupun artikel lainnya sehingga bisa menunjang pengetahuan. Dengan membaca bisa mengenal dan mengetahui banyak hal didunia luar.

Selain memperkenalkan jurnalistik, dalam sesi itu, Eman Djomba mengajak siswa untuk menulis cepat.
Dua karya tulis terbaik diberikan hadiah masing-masing buku

Antologi Puisi `Pulang ke Rinduku' karya Emanuel Djomba. Dua siswa yang karya terbaik itu yakni Maria Afrida Odje dan Yanuarius Ture.

Baca: Tangisan Airmata Saat ‪Alumni 1996 SMP Katolik Imaculata Gelar Reuni Akbar

Seorang peserta didik baru, Afrida Odje, mengaku bangga bisa mendapat hadiah buku antalogi puisi dari Pemateri saat itu.

Alfrida juga mengaku sangat terinspirasi dengan materi yang diberikan sehingga bisa dikembangkan dimasa yang akan datang. Baik untuk pribadi maupun berlatih menulis disekolah khusus menulis di Mading sekolah.

Siswa lainnya, Yanuarius Ture, mengaku senang mendapatkan ilmu baru tentang jurnalistik.

Jurnalistik sebenarnya tidak hanya dipelajari oleh orang-orang tertentu saja. Tapi semua orang juga bisa belajat tentang jurnalistik. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved