Berita Regional

Kepsek Lakukan Cara Ini agar Guru dan Murid Tak Bolos Sekolah

Perahu merupakan satu satunya alat transportasi yang menghubungkan Desa Buluh Perindu dengan dunia luar

Kepsek Lakukan Cara Ini agar Guru dan Murid Tak Bolos Sekolah
KOMPAS.com/SUKOCO
Kepsek Warsiah bersama Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Balitbang Kemendikbud Moch Abduh (kiri ) dan Provinsial Manager Inovasi Kalimantan Utara, Handoko Widagdo (kanan). 

POS-KUPANG.COM | NUNUKAN - Minimnya infrastruktur membuat guru dan siswa SD 013 Desa Buluh Perindu, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, sering terlambat berangkat sekolah.

Kepala Sekolah SD 013 Desa Buluh Perindu Warsiah mengatakan, keberadaan sekolah yang terpisahkan oleh sungai selebar 100 meter dari pemukiman penduduk menjadi kendala bagi siswa dan guru untuk bisa datang ke sekolah pagi hari.

Baca: Korupsi di Lapas Sukamiskin Terungkap, Penjara Khusus Koruptor Dianggap Tak Perlu Lagi

Perahu merupakan satu satunya alat transportasi yang menghubungkan Desa Buluh Perindu dengan dunia luar.

"Satu satunya jalan menuju sekolah lewat sungai. Perahu cuma satu, jadi kalau hujan banyak guru dan siswa memilih tidak masuk sekolah," ujarnya kepada Kompas.com, Sabtu (22/07/2018).

Sulitnya siswa dan guru menuju sekolah membuat kegiatan belajar mengajar di SD 013 berjalan tidak sesuai seperti sekolah lain.

Jam pelajaran yang diberikan guru dalam sehari bisa hanya satu jam belajar, bahkan sebagian kelas tidak ada pelajaran.

"Pertama kali masuk ke sini saya kaget, siswa masuk jam 08:30 pulang jam 09:30 Wita, dan hal seperti itu berjalan cukup lama," imbuhnya.

Akibat kegiatan belajar mengajar di SD 013 yang tidak jelas membuat sebagian besar orang tua di Desa Bulu Perindu memilih menyekolahkan anak mereka ke sekolah dasar yang berada di desa lain yang lebih jauh.

Akibatnya, SD 013 hanya memiliki siswa sebanyak 50 siswa saja. Untuk mengubah situasi kegiatan belajar mengajar di SD 013 yang kacau balau tersebut, sebagai kepala sekolah yang baru menjabat, Warsiyah hanya terpikir untuk membuat jembatan yang bisa menghubungkan Desa Buluh Perindu dengan sekolah.

Meski tidak tahu bagaimana cara membuat jembatan, namun Warsiah getol melakukan pendekatan kepada warga, sesepuh desa, ketua RT, hingga kepala desa agar di desa mereka ada jembatan yang bisa dilalui anak-anak untuk menuju ke sekolah.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved