Beranda Kita

Habis Manis Sepah Dibuang

Prestasi Lalu Muhammad Zohri merupakan interupsi khas olahraga paling heboh di negeri ini ketika pusat perhatian sedang

Habis Manis Sepah Dibuang
POS KUPANG/TYA

Mendadak populer dan banjir hadiah bisa jadi madu dan racun bagi Zohri. Derajat ekonominya mungkin membaik. Tapi usianya masih muda. Sanjungan bisa menambah semangat untuk berprestasi tapi bisa pula melenakannya. Seperti pisau bermata dua. Salah atur langkah nama Zohri akan meredup dalam sekejap.

Dan, kalau Zohri tidak lagi meraih prestasi pada hari-hari mendatang maka nasibnya akan sama dengan atlet lainnya. Dilupakan! Sudah terlalu banyak contoh di negeri ini betapa atlet hebat hidupnya merana setelah masa kejayaannya berakhir. Ironi selalu menyertai jagat olahraga kita. Nasib mantan atlet seperti habis manis sepah dibuang.

Abangku Asro Kamal Rokan melukiskan secara tepat untuk kita renungkan. Beta kutip kembali kata-katanya bagi tuan dan puan. “Kehidupan para atlet membawa nama negara. Nasibnya tidak seberuntung para politisi. Dipilih dengan dana rakyat dan ketika menjabat mengambil uang rakyat. Negara ini lebih tertarik mengeluarkan dana triliunan rupiah untuk mendapatkan politisi daripada membiayai atlet-atlet hebat, para peneliti dan anak-anak berbakat.”

Maka untuk adinda Zohri yang kami kasihi, tak ada jalan pintas. Tetaplah berlatih agar dirimu berlari lebih cepat. Atletik selalu terukur. Hadiah dan banjir pujian itu sifatnya hanya sementara. Cetaklah terus rekor keabadian. *

* Beranda Kita adalah kolom Dion DB Putra yang pernah hadir di edisi cetak Harian Pos Kupang periode 2008-2011. Kini atas permintaan pembaca, sang penulis menghadirkan lagi dalam format online minimal seminggu sekali. Semoga berkenan.

* Dion DB Putra, wartawan Pos Kupang 1992-sekarang

Penulis: dion_db_putra
Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved