Berita Kota Kupang

Erik Senang Anak Muda Ende Semangat Ikut Gawi

pelantikan Badan Pengurus Ikatan Keluarga Ende Flores (IKEF) Kupang usai dilanjutkan dengan gawi

Erik Senang Anak Muda Ende Semangat Ikut Gawi
pos kupang.com, tomy mbunga nulangi
Anggota keluarga IKEF melakukan tarian Gawi di GOR, Oepui, Kupang, Sabtu (21/7/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

 POS-KUPANG.COM | KUPANG-Suasana di Gedung Olahraga (GOR) Oepui, Kupang, tampak ramai setelah acara pelantikan Badan Pengurus Ikatan Keluarga Ende Flores (IKEF) Kupang usai. Acara yang memakan waktu sekitar tiga jam lebih itu berakhir dengan acara rama tamah dan makan malam bersama.

Acara tersebut tambah ramai setelah dilanjutkan dengan tarian Gawi bersama. Setelah master of ceremoni mengatakan acara dilanjutkan dengan tarian gawi bersama, para orang tua serta anak muda bergabung membentuk lingkaran. Mereka melakukan tarian Gawi secara bersama.

Erik saat dimintai komentarnya oleh Pos Kupang usai melakukan sodha mengatakan, Gawi adalah salah satu tarian adat asal Ende Lio yang sudah sangat terkenal dikalangan masyarakat Nusa tenggara Timur (NTT) khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya.

 Gawi yang pertama dilakukan tanpa music. Hanya dilakukan dengan sodha (penyair), Eko Wawi (pemndu), dan Naku Ae (penyemangat). Ketiganya diperagakan masing-masing oleh Erik Suriyani, Dominikus Bai, dan anak-anak Ipelmen.

 Erik saat bernyanyi menyampaikan syair dalam bahasa daerah Ende Lio tampak bersemangat. Ia menyanyi menyampaikan syair dengan tanpa kesalahan sedikit pun. Padahal, dia tidak menggunakan teks dalam bernyanyi menyampaikan syair itu. Semuanya berjalan lancar tanpa ada kendala sedikit pun.

 Ketika ditanya usai melakukan sodha, Erik mengatakan, syair-syair yang keluar dari mulutnya langsung muncul pada saat itu juga, sebab dirinya tidak pernah menghafal sedikitpun stiap syair yang keluar dari mulutnya.

 “ Tidak ada latihan sama sekali, saat tampil syair-syair itu langsung muncul dengan sendirian.  begit saja. Dan saya tidak pernah mencatat sedikitpun,” ungkap Erik saat ditemui di GOR Oepui, Kupang, Sabtu (21/7/2018).

 Erik menjelaskan, hanya orang-orang tertentu saja yang dapat melakukan sodha, karena keterampilan itu merupakan pemberian dari leluhur, sehingga tidak dapat dilatih dan dihafalkan. Jika dihafalkan maka akan tidak lancar saat melakukan sodha.

“ Hanya orang-orang tertentu saja. Sudah dikasih dari sana memang, dari leluhur. Saat omong biasa bahasa syair-syair adat tidak ada. Tapi saat tampil dalam tarian gawi, maka akan muncul dengan sendirian syair-syair itu,” jelas Erik yang berasal dari Desa Wolomasi, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende itu.

Halaman
12
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved