Berita Manggarai Timur

SMPK St. Yoseph Kisol Tanpa Murid Baru, Ini Tanggapan Wabup Manggarai Timur

Wabup Manggarai Timur, Agas Andreas mengaku akan mengecek informasi SMPK St. Yoseph Kisol tidak menerima siswa baru

SMPK St. Yoseph Kisol Tanpa Murid Baru, Ini Tanggapan Wabup Manggarai Timur
POS-KUPANG.COM/ARIS NINU
SMPK St. Yoseph Kisol 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM | BORONG - Mencuat persoalan pembukaan SMPN 12 Kota Komba lalu mematikan keberadaan SMPK St.Yoseph Kisol, Kelurahan Tana Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) sampai ke telinga Wabup Matim, Agas Andreas, S.H, M.H.

Ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM di Borong, Sabtu (21/7/2018) pagi, Wabup Agas mengaku akan mengecek informasi SMPK St. Yoseph Kisol tidak menerima siswa baru karena ada SMP baru di dekat sekolah tersebut.

Baca: Dokter Imelda Akui ada Pasien Diare dan Dermatitis

"Nanti saya cek informasi tersebut. Saya akan cek agar ada jalan keluarnya," ujar Wabup Agas.

Sebast Anggal, Ketua Komite SMPK St. Yoseph Kisol ketika menghubungi POS-KUPANG.COM di Borong, Jumat (20/7/2018) pagi mengungkapkan, kekesalan dan kekecewaan pada pemerintah.

Yang mana penyebab utama SMPK St.Yoseph Kisol tidak ada murid baru, kata Anggal, yakni ada SMP yang dibuka pemerintah di Kisol, yakni SMPN 12 Kota Komba.

"Sekolah baru yang dibuka tanpa ada sosialisasi dengan warga.SMPK St.Yoseph Kisol yang dekat dengan sekolah pendukung SDI Kisol harus sekolah di SMPN 12 Kota Komba. Kenapa harus buka sekolah lagi sedangkan di Kisol sudah ada SMP swasta. Ini namanya mematikan sekolah swasta. Kami kecewa dan protes," ujar Anggal.

Anggal mengatakan, pengurus komite, yayasan dan orangtua kini akan mengambil langkah meminta pertanggungjawaban pemerintah.

"Kami ada gedung. Ada guru dan fasilitas. Pertanyaan sekarang buka sekolah baru lalu pakai gedung TK lagi. Kenapa tidak tanya masyarakat baru buka sekolah baru. Sekarang di SMPK St. Yoseph Kisol siswa kelas satu tidak ada. Yang ada hanya kelas dua dan tiga. Mau tidak mau sekolah ini pasti tutup," kata Anggal dengan kesal.

Anggal menuturkan, pihaknya akan mengadakan rapat bersama lalu meminta penjelasan kepada pemerintah terkait ketiadaan siswa di SMPK St.Yoseph Kisol. (*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help