Berita Sumba Tengah

Siswa Tak Sarapan Sebelum ke Sekolah, Tantangan Besar Pendidikan Dasar di Sumba Tengah

Padahal alokasi dana pendidikan dalam APBD Sumba Tengah cukup tinggi. Dari total APBD 589 miliar tahun ini, 120 miliar

Siswa Tak Sarapan Sebelum ke Sekolah, Tantangan Besar Pendidikan Dasar di Sumba Tengah
ISTIMEWA
Bupati dan Wakil Bupati Sumba Tengah, NTT dan peserta Konsultasi Publik Hasil Analisis APBD foto bersama setelah kegiatan, Jumat (20/7/2018) 

POS-KUPANG.COM, ANAKALANG -- Tingginya persentase siswa yang berangkat ke sekolah tidak sarapan terlebih dahulu, disinyalir menjadi salah satu kendala besar kualitas siswa di Kabupaten Sumba Tengah.

Ini terungkap dalam Pertemuan Konsultasi Publik Hasil Analisis APBD Fungsi Pendidikan Sumba Tengah yang diselenggarakan di Aula Kantor Bupati Sumba Tengah, Jumat 20 Juli 2018.

Menurut Wakil Bupati Sumba Tengah, Umbu Dondu, banyak anak yang berangkat sekolah tidak sarapan lebih dahulu. Akibatnya mereka tidak bisa konsentrasi penuh dan kurang mampu menyerap pelajaran yang disampaikan guru di kelas dan akhirnya kualitas mereka menjadi berkurang.

Padahal alokasi dana pendidikan dalam APBD Sumba Tengah cukup tinggi. Dari total APBD 589 miliar tahun ini, 120 miliar lebih dialokasikan untuk pendidikan.

Namun, menurut Wabup Umbu Dondu, besarnya alokasi pendanaan tidak akan bisa menampakkan hasil memuaskan jika penerima layanannya yaitu siswa tidak mendukung terciptanya kondisi yang memungkinkan menerima pembelajaran.

"Lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat sangat berpengaruh terhadap siswa," ujarnya.

Bupati dan Wakil Bupati Sumba Tengah terlibat aktif dalam diskusi Konsultasi Publik hasil Analisis APBD Fungsi Pendidikan Sumba Tengah yang diselenggarakan di Aula Kantor Bupati Sumba Tengah, Jumat  (20/7/2018).
Bupati dan Wakil Bupati Sumba Tengah terlibat aktif dalam diskusi Konsultasi Publik hasil Analisis APBD Fungsi Pendidikan Sumba Tengah yang diselenggarakan di Aula Kantor Bupati Sumba Tengah, Jumat (20/7/2018). (ISTIMEWA)

Besarnya siswa yang tidak sarapan ini dipertegas oleh Kristopel, Ketua Komite SMP di Sumba Tengah yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Ia menyatakan persentasenya bahkan bisa mencapai di atas 75%. Selain tidak sarapan, sebagian besar juga tidak diberikan uang saku untuk makan atau jajan.

"Kesadaran orangtua terhadap pendidikan masih belum tinggi. Mereka juga jarang membantu siswa mengerjakan PR dan tidak memberikan gizi secukupnya agar siswa bisa bertumbuh kembang dan mampu menyerap pembelajaran lebih baik. Bagaimana mereka menyerap pembelajaran dengan baik, kalau mereka lemas dan tidak bersemangat karena belum sarapan," kata Kristopel.

Ditambah masalah lain seperti tingkat absensi siswa yang tinggi, banyaknya guru yang tidak terlatih dan masih lulusan SMA, tingginya persentase anak yang tidak sarapan pagi disinyalir berkontribusi menjadi salah satu sebab juga rendahnya persentase siswa yang layak naik kelas di daerah tersebut.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help