Berita Larantuka

Dilahap Jago Merah, Rumah Kediaman Frans Weking Rata Tanah

Malang menimpa Fransiskus Gole Weking, keluarga sederhana asal Desa Mudakaputu Kecamatan Ilemandiri Flotim Kamis dini hari, Kamis (19/7/2018).

Dilahap Jago Merah, Rumah Kediaman Frans Weking Rata Tanah
POS-KUPANG.COM/FELIKS JANGGU
Wakil Bupati Flotim Agustinus Payong Boli di rumah warga Mudakaputu Ilemandiri yang terbakar Jumat (20/7/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA- Malang menimpa Fransiskus Gole Weking, keluarga sederhana asal Desa Mudakaputu Kecamatan Ilemandiri Flotim Kamis dini hari, Kamis (19/7/2018).

Rumah kediaman mereka rata tanah setelah dilahap api. Tidak ada satu pun barang di dalam rumah yang tersisa. Pakaian, kain adat, dan segala perkakas dapur habis terbakar.

Rumah semi permanen yang dibangun sejak 2002 silam itu hanya tersisa seng yang sudah terbakar. Abu tebal sisa pembakaran memenuhi rumah berukuran sekitar 5x6 meter itu.

Baca: Ini Cara TNI Tanamkan Rasa Nasionalisme Bagi Pelajar di Perbatasan

Pemilik rumah Fransiskus Gole Weking tidak bicara banyak ketika diwawancarai Pos Kupang.com Jumat malam (20/7/2018).

Hanya Maria Pire Kelen istrinya yang menceritakan kronologi kejadian kebakaran kamis dini hari itu.

Maria mengatakan kebakaran terjadi pagi sekitar Pukul 03.00 wita saat semua warga masih tidur nyenyak. Api bersumber dari dapur rumah mereka yang beratap ilalang.

Maria memastikan malam sebelum tidur mereka tidak pernah menyalakan api. Tidaak mungkin karena api yang merambat dari tungku.

"Kami malam hari makan nasi yang dimasak pagi hari. Malam kami tidak masak," kata Maria.

Melihat api yang menyala demikian cepat dari dapur, suami Maria bergegas membangunkan seluruh anggota keluarga di dalam rumah untuk menyelamatkan diri.

"Kita tidak bisa padamkan api. Tidak ada air, dan semua warga masih tidur," kata Maria.

Ia menuturkan api hanya membutuhkan waktu sekira satu jam untuk mengabiskan rumah dan isinya malam itu.

"Tidak ada yang bisa diselamatkan. Hanya pakaian di dalam tubuh saja yang tersisa," cerita Maria.

Maria tampak pasrah dan mengharapkan uluran tangan siapa pun agar ia bisa membangun kembali rumahnya. Ia makin gelisah karena uang regis untuk putrinya yang berkuliah di kupang ikut ludes terbakar. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help