Opini Pos Kupang

Memimpin Gereja di Era Demokrasi, Refleksi Terpilihnya Uskup baru Maumere

Pengangkatan Ewaldus Martinus Sedu oleh tahta suci menjadi Uskup Maumere tidak bermakna politis melainkan sakramental

Memimpin Gereja di Era Demokrasi, Refleksi Terpilihnya Uskup baru Maumere
POS KUPANG/EUGENIUS MOA
Mgr.Ewaldus Martinus Sedu, Pr 

Atas keunggulan kepribadiannya ini maka dulu beliau dipilih menjadi ketua kelas dan Ketua Umum Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret.

Dalam kesaksian saya, keunggulan itu semakin berkembang setelah beliau menyelesaikan Studi Lanjut S2 di Roma dan kembali menjadi Staf Pembina di Seminari Tinggi Ritapiret, sampai akhirnya menjadi Preses Seminari Tinggi Ritapiret merangkap Vikjen Keuskupan Maumere; yang kemudian melepaskan tugas sebagai Preses Ritapiret dan menjadi Vikjen penuh di Keuskupan Mauemere, dan akhirnya terpilih menjadi Uskup Maumere.

Tentang ini saya bisa laporkan, karena ketika beliau mengambil studi lanjut di Roma, pada saat yang sama saya mengambil studi lanjut di Jerman. Beliau kembali studi mengabdi di Ritapiret dan saya kembali mengabdi di Fakultas Filsafat Agama Unwira Kupang (Seminari Tinggi St. Mikhael Kupang).

Saya semakin mengenal beliau, karena selama ia menjadi pemimpin di Seminari Ritapiret saya sering diundang memberikan materi dalam beberapa pertemuan di Seminari Ritapiret dan pertemuan tingkat keuskupan di Maumere.

Akhirnya, saya mengucapkan proficiat kepada Mgr. Ewaldus Martinus Sedu,Uskup Maumere yang baru, dan juga saya mengucapkan proficiat kepada Mgr. G. Kherubim Pareira, SVD atas ketekunan dan kebaikan hatinya menjalankan tugas kegembalaan selama ini dengan penuh semangat cinta kasih yang merangkul seluruh umat dan seluruh imamnya.

Tak lupa saya menyampaikan terima kasih khusus kepada Mgr. Kheru, guruku dulu di Seminari Kisol, sehingga sekarang saya menjadi seperti ini. *

Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved