Berita Manggarai Timur

Ini Cerita Ketua Yayasan Stu.Yoseph Kisol Terkait Sekolah Ketiadaan Murid

Akibat ada SMP baru tidak ada satu pun siswa baru yang mendaftar di SMPK Stu.Yoseph Kisol.

Ini Cerita Ketua Yayasan Stu.Yoseph Kisol Terkait Sekolah Ketiadaan Murid
pos kupang.com, aris ninu
Gedung SMPK St Yoseph Kisol 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM-BORONG-Dunia pendidikan di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) penuh seribu kisah menarik dan guncangan setiap saat.

Kali ini,dunia pendidikan di Matim dikejutkan dengan ketiadaan siswa di SMPK karena ada SMPN 12 Kota Komba yang baru dibuka tahun ini.

Akibat ada SMP baru tidak ada satu pun siswa baru yang mendaftar di SMPK Stu.Yoseph Kisol.

Kesedihan pun melanda keluarga besar SMPK Stu.Yoseph yang sudah bertahun-tahun berdiri dan melahirkan banyak alumni.

Petrus Pandong,Ketua Yayasan di SMPK Stu.Yoseph Kisol kepada wartawan di Kisol,Kelurahan Tana Rata,Kecamatan Kota Komba,Kabupaten Matim,Jumat (20/7/2018) siang menjelaskan,sekolah tersebut
‪berdiri pada tahun, 1987 dan surat izin operasionalnya 1988. Sekolah ini didirikan atas dukungan masyarakat dan pemerintah dan sekolah pendukungnya empat SD dengan

‪jumlah guru sampai sekarang 12. "‪Rombongan belajar ada tujuh.

‪Sekarang sisa tiga rombongan.‪Ruangan kelas ada delapan dilengkapi kantor,perpustakaan dan guru.

"31 tahun sekolah ini sudah banyak mencetak para sarjana,pastor dan biarawati.Sekolah ini pernah mendapat piagam kelulusan terbaik dari Presiden Jokowi pada tahun 2015 dengan pencapaian nilai 80,58.Bukan saja itu,sekolah kami pernah mendapat piagam bimbingan dan konseling serta

‪mendapat hibah gedung dari pihak swasta Belanda,"ujar Petrus.

Ia mengungkapkan,  ‪kesejahterann guru,sesuai UMR Rp 1.250,000 sampai Rp 1.500.000.Terus terang saya kecewa 31 tahun lebih kita dengan susah payah membangun sekolah sekarang harus tutup karena masalah ketiadaan siswa dan ada SMP baru,"ujar Petrus.

Ia mengatakan,lebih menyakitkan lagi ada empat guru yang sudah ada SK yayasan dipindahkan menjadi guru SMPN 12 Kota Komba.

"Di tahun 2017, kita sdh membuat rencana tahunan. Tetapi dengan ini membuat proses pembelajatan jadi amburadul.

‪Mereka adalah guru favorite. ‪Jika pemerintah mampu silahkan tutup saja sekolah ini," papar Petrus.(*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help