Berita Kabupaten Lembata

Anggota DPRD Lembata dari PKB Ini Lompat ke Partai Lain, Siapa Ya?

Anggota DPRD Lembata yang berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) rupanya telah lompat ke partai lain.

Anggota DPRD Lembata dari PKB Ini Lompat ke Partai Lain, Siapa Ya?
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Komisioner KPUD Lembata Divisi Teknis, yang membidangi pencalegan, Bernabas Marak 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Anggota DPRD Lembata yang berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) rupanya telah lompat ke partai lain.

Nama figur tersebut kini diusung Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk menjadi bakal caleg dalam.pemilihan umum legislatif tahun 2019 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Komisioner KPUD Lembata Divisi Teknis, yang membidangi pencalegan, Bernabas Marak, ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (20/7/2018) pagi.

Baca: Parade 1001 Ekor Kuda Sukses, Kadis Pariwisata Sumba Timur Sampaikan Ini Kepada Peserta

Bernabas dihubungi terkait hasil sementara verifikasi berkas bakal caleg yang diajukan partai politik di daerah tersebut.

"Saat ini kami masih melakukan verifikasi. Tapi dari hasil sementara verifikasi yang sudah dilakukan terhadap sejumlah parpol, kami menemukan ada fenomena pindah partai. Ada anggota Dewan yang masih setia pada parpol, ada juga yang sudah pindah ke partai lain. Yang pindah itu Simon Krova," ujar Bernabas.

Dia mengatakan pindah partai seperti yang dilakukan Simon Krova itu, sah-sah saja. Asalkan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku. Dan, Simon Krova telah melakukannya dengan benar. Sebelum lompat pagar, Simon telah mengundurkan diri secara resmi ke PKB yang telah membesarkannya.

Hal itu, kata Bernabas, terbukti dari hasil pengecekan nama pada PKB. Di partai itu tak ada lagi nama Simon Krova. Dan, ketika pihaknya mengecek lagi ke daftar nama kader di PSI, terlihat di sana ada nama Simon Krova. "Itu berarti Simon Krova sah menjadi anggota Partai PSI dan bisa menjadi bakal caleg dari partai tersebut," ujarnya.

Menjadi bermasalah, kata Bernabas, apabila nama Simon Krova terdaftar pada dua parpol berbeda. Itu artinya ada kegandaan nama, hal mana tidak dibolehkan oleh peraturan KPU. Tapi kalau hanya satu partai yang mengusung satu figur, karena telah resmi menjadi anggota parpol tertentu, maka itu sah adanya.

"Jadi fenomena pindah parpol seperti yang dilakukan Simon Krova itu dibenarkan. Karena nama Simon Krova tidak terdaftar lagi sebagai anggota partai sebelumnya," ujar Bernabas. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved