Berita Headline Pos Kupang

957 Caleg Rebut 65 Kursi DPRD NTT, Bertarung di Delapan Dapil

Ketua Divisi Teknis KPU Provinsi NTT, Thomas Dohu mengungkapkan total bacaleg yang diajukan oleh 16 parpol sebanyak 957 orang.

957 Caleg Rebut 65 Kursi DPRD NTT, Bertarung di Delapan Dapil
POS KUPANG/THOMMY MBENU
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi NTT, Melki Laka Lena menerima tanda terima pendaftaran bacaleg dari Ketua KPU NTT, Maryanti H. Luturmas Adoe, Selasa (16/7/2018) malam. 

"Jadi kita cek satu per satu caleg. Jadi saya kira ini sudah maksimal, dan ini kekuatan dan semua kepentingan ketemu," ujarnya.

Terkait kader Golkar yang tidak diakomodir sebagai bacaleg kemudian pindah parpol, Melki menegaskan, itu adalah konsekwensi yang harus diterima karena menggunakan sistem survei.

Baca: Kicauan YLH di Twitter Terkait Dugaan Korupsi Rektor Undana dapat Tanggapan

"Dari awal kami sudah memikirkan. Kalau pakai pola begini, ketika ada orang yang tidak siap maka ia akan pergi," ujar Melki.

Tidak hanya Golkar, persoalan yang sama terjadi di Partai Hanura NTT. Sejumlah kader Hanura tidak diakomodir menjadi bacaleg dalam Pemilu 2019, termasuk yang sudah mengikuti fit and proper test. Beberapa di antaranya pindah parpol.
Mereka baru tahu tidak diakomodir ketika Partai Hanura hendak mendaftar bacaleg di KPU NTT.

Salah satu kader Hanura, Kriso Mboi mengaku sebagai salah satu penggagas Partai Hanura di Kabupaten Manggarai. Ia sudah bersama partai itu sekitar 13 tahun.

Baca: Rangkap Jabatan Rektor Undana Tidak Ada Masalah

"Saya juga tidak diakomodir sebagai bacaleg, tapi saya bersyukur karena di saat injury time pendaftaran di KPU NTT, PKPI NTT bisa terima saya sebagai bacaleg," kata Kristo.

Beberapa kader Hanura yang minta namanya tidak dipublikasikan, mengatakan, mereka sangat kecewa dengan keputusan Partai Hanura NTT yang tidak mengakomodir mereka.

Ketua DPD Partai Hanura NTT, Drs. Refafi Gah, M.Pd mengatakan, dalam proses pencalegan ada tahapan dan penilaian internal parpol.

"Kami lakukan fit and proper test dan untuk diketahui,bahwa fit and proper test itu ada penilaian. Selain itu, kami juga nilai kader-kader potensial untuk bacaleg," kata Refafi.

Baca: BERITA POPULER: Polisi Syok Lihat Uang Rp 50 Juta Terbakar, Cinlok dan Ramalan Zodiak

Menuruntya, tidak semua kader yang mengikuti fit and proper test itu kemudian langsung diakomodir menjadi bacaleg.

Halaman
1234
Editor: Alfons Nedabang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help