Berita Headline Pos Kupang

957 Caleg Rebut 65 Kursi DPRD NTT, Bertarung di Delapan Dapil

Ketua Divisi Teknis KPU Provinsi NTT, Thomas Dohu mengungkapkan total bacaleg yang diajukan oleh 16 parpol sebanyak 957 orang.

957 Caleg Rebut 65 Kursi DPRD NTT, Bertarung di Delapan Dapil
POS KUPANG/THOMMY MBENU
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi NTT, Melki Laka Lena menerima tanda terima pendaftaran bacaleg dari Ketua KPU NTT, Maryanti H. Luturmas Adoe, Selasa (16/7/2018) malam. 

Pindah Saat Injury Time

Kader Partai Golkar dan kader Partai Hanura pindah ke parpol lain jelang penutupan pendaftaran bacaleg di KPU NTT, Selasa (17/7/2018) pukul 24.00 Wita.

Perpindahan saat injury time dilakukan Wakil Ketua Bidang Infrastruktur DPD I Partai Golkar NTT, Boby Hartono Tantoyo, S.H dan kader Partai Hanura NTT, Kristo Mboi.

Boby Tantoyo memutuskan bergabung dengan Partai Hanura, sementara Kristo Mboi hengkang ke Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Meski sebagai pendatang baru, keduanya diakomodir sebagai bacaleg. Kepindahan Boby dengan alasan Partai Golkar tidak mengakomodir hak politiknya.

Baca: Mantan Dirut Bank NTT Akui Ada Polemik Rektor Undana Merangkap Jabatan

"Di Hanura saya diterima dengan baik," kata Boby seusai bersama pengurus DPD Partai Hanura NTT mendaftar bacaleg di KPU NTT, Selasa malam.

Boby mengatakan, ia pindah dari Golkar ke Hanura karena ingin menjadi bacaleg dari Partai Hanura untuk Dapil NTT I meliputi Kota Kupang. Boby sudah menyerahkan surat pengunduran diri kepada DPD I Partai Golkar NTT tanggal 12 Juli 2018, dan dibalas Partai Golkar NTT tanggal 16 Juli 2018 malam.

Ia mengaku sangat berat meninggalkan Partai Golkar NTT. Namun hal itu harus dilakukan untuk kepentingan politiknya.

Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Melki Laka Lena mengaku adanya pergolakan pasca penentuan bacaleg yang akan didaftarkan di KPU NTT.

Baca: Ini Tanggapan DPRD NTT soal Kasus Laporan Prof Henuk Terhadap Rektor Undana

"Satu minggu penuh kami memutuskan caleg DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten. Dinamikanya luar biasa. Bahwa ada pergolakan tidak bisa dihindari. Namanya juga politik," kata Melki saat ditemui di KPU NTT seusai melakukan pendaftaran bacaleg dari Partai Golkar, Selasa malam.

Ia mengaku baru pertama kali mengalami hal serumit itu karena menggunakan mekanisme baru dalam penentuan caleg, dimana setiap caleg diteliti satu per satu oleh DPP Partai Golkar.

Halaman
1234
Editor: Alfons Nedabang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved