Berita Kabupaten Lembata

TMMD ke -102 Tahun 2018, Dari Lembata Untuk Indonesia Raya

Apalagi desa yang letaknya di pinggiran Lembata itu, masih jauh dari yang namanya kemajuan.

TMMD ke -102 Tahun 2018, Dari Lembata Untuk Indonesia Raya
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Suasana hari kedua TMMD di Desa Kolipadan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Kamis (12/7/2018) pagi.

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM|LEMBATA--WAKTU terus bergulir. Meski jarum jam baru menunjukkan pukul 08.00 Wita, tetapi masyarakat Desa Kolipadan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah membaur dengan anggota TNI di lokasi pembangunan di pinggir pantai desa itu.

Masyarakat dan TNI menyatu dalam satu semangat membangun desa. Apalagi desa yang letaknya di pinggiran Lembata itu, masih jauh dari yang namanya kemajuan.

Listrik tak punya. Tempat ibadah rusak termakan usia. Ruas jalan memrihatinkan dengan lubang di mana-mana. Jaringan telekomunikasi hanya ada di tempat tertentu di pinggir desa. Apalagi yang namanya air bersih, susahnya minta ampun. Untuk mendapatkan air bersih, contohnya, masyarakat harus mengambilnya di Adonara, Kabupaten Flores Timur (Flotim) dengan menggunakan perahu motor. Warga harus melewati selat sempit nan berbahaya antara Tanjung-Adonara lantaran arus laut yang sangat deras.

Suasana
Suasana hari kedua TMMD di Desa Kolipadan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Kamis (12/7/2018) pagi.

Yang perempuan mengambil air, laki-laki mengambil batu, menggali lubang atau pekerjaan sejenis seperti membuatkan campuran semen dan lainnya. Alhasil, suasana hari kedua TMMD, Kamis (12/7/2018) di Desa Kolipadan itu, sungguh luar biasa. TNI-masyarakat demikian menyatu dalam satu spirit membangun desa mewujudkan kemajuan.

TMMD di Desa Kolipadan itu, dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Lembata, Dr. Thomas Ola Langoday, S.E, M.Si pada Selasa (10/7/2018) pagi. Acaranya dihadiri Kolonel (Inf) Jems Ratu Edo mewakili Danrem 161 Wirasakti/Kupang, Dandim 1624 Flores Timur yang membawahi juga Kabupaten Lembata, Letkol (Inf) Komang Agus serta Kapolres Lembata, AKBP Janes Simamora.

Hadir pula seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lembata termasuk Camat Ile Ape, Kalusaba Mustadir, masyarakat Desa Kolipadan, serta unsur lainnya, seperti aparat kepolisian, pramuka, pelajar dan aparat dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lembata.

Suasana hari kedua TMMD di Desa Kolipadan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Kamis (12/7/2018) pagi.
Suasana hari kedua TMMD di Desa Kolipadan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Kamis (12/7/2018) pagi. (POS KUPANG/FRANS KROWIN)

Kolipadan, sebuah desa kecil di ujung Tanjung Bahagia, Kecamatan Ile Ape. Kolipadan merupakan satu dari lima desa di wilayah itu, yakni Dulitukan, Beutaran, Tagawiti dan Desa Palilolon. Untuk menggapai Kolipadan, terlebih dahulu harus melewati wilayah empat desa tersebut. Jika empat desa itu sudah dilalui barulah kita masuk ke wilayah desa ke-5, desa terakhir, yakni Kolipadan.

Meski secara geografis letak Kolipadan berada di ujung tanjung, namun masyarakat desa itu patut berbahagia seturut namanya, Tanjung Bahagia. Pasalnya mereka mendapatkan kehormatan didatangi satuan setingkat kompi (SSK) TNI yang berkekuatan 80-an orang. Kehadiran TNI itu untuk program mulia, yaitu manunggal bersama masyarakat membangun desa tercinta. Dan, tahun 2018 ini merupakan TMMD yang ke-102.

Kepada Pos Kupang, Kepala Desa Kolipadan, Sumarmo Boli menyatakan kegembiraannya atas kehadiran TNI di desa itu. Pasalnya ia dan masyarakat akhirnya bisa membaur dan menyatu bersama anggota TNI. Apalagi saat TNI secara resmi datang pada Selasa (10/7/2018) lalu, saat itu pula listrik PLN untuk pertama kalinya menyala baik di Kolipadan maupun empat desa lainnya di wilayah itu.

Halaman
12
Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help