Berita Manggarai Timur

Sangat Memrihatinkan Pemukiman Warga di Kampung Golput di Borong

Pemukiman warga di Kampung Golput,Kelurahan Kota Ndora,Kecamatan Borong,Kabupaten Manggarai Timur (Matim) masih jauh dari harapan.

Sangat Memrihatinkan Pemukiman Warga di Kampung Golput di Borong
pos kupang.com, aris ninu
Kampung Golput di Borong,Matim 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM-BORONG-Pemukiman warga di Kampung Golput,Kelurahan Kota Ndora,Kecamatan Borong,Kabupaten Manggarai Timur (Matim) masih jauh dari harapan.

Warga di Kampung Golput yang berprofesi sebagai nelayan dan penjual ikan ini adalah warga dari Pasar Borong yang mengungsi karena menempati tanah negara.

Namun kini,warga kembali membuka pemukiman baru yang diberi nama Kampung Golput.

Pemukiman warga di Kampung Golput masih memprihatinkan karena berada di daerah genang air pada musim hujan dan air pasang dari Laut Borong.

Sampai sekarang sikap pemerintah guna meminta warga pindah dari Kampung Golput belum ada.

Pantauan POS-KUPANG.COM di Kampung Golput,Rabu (18/7/2018) siang,ada belasan rumah yang dibangun.

Satu rumah penghuni dua kepala keluarga.Jalan masuk masih tanah dan berlumpur.

Di pemukiman warga berdekatan dengan hutan bakau.

Jalan ke Kampung Golput bisa dilintasi melalui Jembatan Wae Bobo dan arah SPBU Borong.

Jarak rumah warga dan pantai hanya 500 meter dan dengan Kali Wae Bobo hanya 200 meter.

Pemukiman yang semi permanen tersebut ramai menjelang pagi dan sore hari.

Warga pada umumnya bepergian pagi ke laut dan sore menjual ikan di pasar dan rumah-rumah warga.

Camat Borong,Gaspar Nanggar kepada POS-KUPANG.COM di Borong sudah bertekad melakukan pendekatan dengan warga agar tidak menempati kawasan tanah negara karena berada di lokasi hutan bakau.

"Perlu pendekatan. Memang pemukiman sangat tidak layak dan memprihatinkan. Tanah yang mereka tempat di daerah rawa-rawa dan bantaran kali.Ini tugas kami melakukan sosialisasi agar ada jalan keluar,"papar Camat Gaspar. (*)

Tags
Borong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help