Berita Kabupaten Lembata

Ming Ditemukan Tewas di Kebun

Muhammad Ming (87) warga Desa Hingalamengi, Kecamatan Omesuri, ditemukan telah tewas di kebunnya.

Ming Ditemukan Tewas di Kebun
ISTIMEWA
Suasana di rumah duka.

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Frans Krowin

POS- KUPANG.COM|LEWOLEBA -- Muhammad Ming (87) warga Desa Hingalamengi, Kecamatan Omesuri, ditemukan telah tewas di kebunnya.

Peristiwa itu sungguh mengagetkan keluarga, karena saat pamit, korban hanya menyampaikan bahwa ia hendak ke kebun untuk memilih biji mete.

Kapolres Lembata, AKBP Janes Simamora melalui Kasat Reskrim, Iptu Yohanis Wila Mira membenarkan adanya kejadian tersebut, ketika dihubungi Pos Kupang.Com melalui telpon selulernya, Rabu (18/7/2018) pagi.

"Benar, pada Senin (16/7/2018) sekitar pukul 18.00 Wita, ada peristiwa penemuan mayat di Desa Hingalamengi. Mayat yang ditemukan itu adalah Muhammad Ming. Dan, keluarga menerima kematian itu sebagai jalan hidup korban," ujar Kasat Yohanis.

Tentang kronologi penemuan mayat itu, dia menuturkan, pada Senin (16/7/2018) sekitar pukul 08.00 Wita, korban pamit pada keluarga bahwa ia hendak ke kebun untuk memilih biji mete dan lainnya.

Saat itu anak-anak korban tak mengizinkannya, karena baru 57 hari sebelumnya, istri korban Peni Payong (82) meninggal dunia. Apalagi korban juga mengidap darah rendah yang telah dideritanya sejak lama.

Meski anak-anaknya keberatan, namun korban bersikeras untuk ke kebun. Akhirnya anak-anak pun mengiyakan mengingat korban merupakan tipe orang tua yang sangat rajin bekerja. Atas restu itu, korban pun melangkah ke kebun sekitar pukul 08.00 Wita.

Tatkala korban berada di kebun, anak-anaknya beraktivitas seperti biasa. Mereka larut dalam pekerjaan sambil menunggu korban pulang ke rumah untuk makan siang atau pun istirahat bersama keluarga.

Tapi, penantian keluarga itu sia-sia adanya. Sepanjang siang hingga sore hari, korban tak kunjung pulang. Bahkan saat hari hampir gelap pun, tak terdengar langkah kaki di pinggir rumah sebagai tanda bahwa korban telah kembali.

Atas keadaan itu, keluarga mulai gelisah. Anak kandung korban, Fransina Kewa (36) langsung mengambil sikap untuk menyusul korban ke kebun.

Lantaran jarak antara rumah dan kebun cukup jauh, sekitar 3 km, sehingga Fransina pun mengajak Samsudin untuk menemaninya ke kebun.

Dalam perjalanan menuju kebun, tiba-tiba keduanya bertemu Abdullah Dato di tengah jalan.

Mereka lantas mengajak Abdullah agar sama-sama ke kebun. Maklum saat itu Abdullah membawa senter apalagi hari semakin gelap. Rupanya ajakan itu membawa hasil. Ketiganya menemukan korban dala keadaan cukup mengenaskan. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help